Senin, 06 Mei 2019

PESAN TUHAN AKHIR ZAMAN



Syalom,
Bapak ibu sdr dapat membaca bagaimana awal mula saya menerima Pesan Tuhan ini, pada halaman profil. Dalam halaman ini, saya akan menyampaikan suara Tuhan yang saya dengarkan tentang batas waktu bagi Papua (Papua dan Papua Barat) untuk mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan Yesus.

November 2009        
Saya mulai mendengarkan suara Tuhan berbicara kepada saya melalui pikiran saya.

Oktober 2010  s.d  Oktober 2012     
Saya mendengar suara Tuhan “Ada waktu 2 tahun, pesanKU yang telah engkau terima, harus engkau bawa ke seluruh Papua”. Dalam waktu yang lain, Tuhan berbicara lagi “Jika engkau terlambat  melakukan tugasmu, maka Papua akan menyembah setan”.  Selama 2 tahun itu, saya terus berdoa meminta Tuhan membuka jalan untuk saya dapat menyelesaikan tugas itu. Walaupun saya bekerja dan memiliki gaji tetapi pada tahun-tahun itu, saya masih kuliah dan kredit bank masih harus dicicil sehingga tidak ada kelebihan gaji lagi untuk dapat saya pakai untuk pergi ke kota lainnya di Papua. Sebenarnya, saat itu di tempat saya kuliah, sudah diajarkan bagaimana mengirim surat melalui internet yaitu email, tetapi pikiran saya tidak memikirkan cara ini, yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah bagaimana saya bisa kunjungi setiap kota di Papua untuk membawa pesan Tuhan. Sehingga sampai batas waktu 2 tahun itu selesai, saya belum dapat menjalankan tugas dari Tuhan itu. Dan tepat batas waktu 2 tahun itu, yaitu Oktober 2012, saya mulai diteror tetangga sekitar rumah dan berlanjut  diteror seluruh kota tempat tinggal saya.  Saya juga pergi ke satu kota lain di di Papua dan ternyata saya juga diteror sama. Apa yang Tuhan katakan “Jika engkau tidak menyelesaikan tugasmu, Papua akan sembah setan” sudah  terjadi. Saya pergi ke kota lainnya di Papua, saya juga diteror semua orang. Tetapi pada waktu itu, saya benar-benar lupa akan peringatan Tuhan itu. Setelah 3 tahun dalam teror yang begitu berat, barulah pada bulan Oktober 2015,  Tuhan beritahu kepada saya bahwa TUGAS YANG TELAH SAYA TERIMA, TIDAK SAYA SELESAIKAN DALAM WAKTU 2 TAHUN, MAKA PAPUA MULAI MENYEMBAH SETAN DAN SAYA YANG DITEROR KARENA ITULAH HUKUMAN SAYA.  Saya kemudian bertanya kepada Tuhan “Jika saya sudah terlambat membawa pesan Tuhan ini ke seluruh Papua, lalu sekarang bagaimana? Semua pesan Tuhan itu masih ada di saya”. Dan Tuhan menjawab “AKU beri waktu 2 tahun lagi, selesaikan tugasmu”.  Maka mulai Oktober 2015 sampai Oktober 2017, saya mulai berangkat ke kota-kota lain di Papua dan membawa pesan Tuhan ke sana.

Oktober 2015  s.d  Oktober 2017 
Ini adalah waktu kesempatan kedua untuk saya menyelesaikan tugas saya membawa kesaksian pesan Tuhan ke seluruh Papua. Kota-kota yang saya kunjungi adalah Jayapura, Timika, Manokwari, Serui, Waropen, Merauke, Wamena, Nabire, Sorong, Supiori.  Sedangkan kota lainnya saya titipkan melalui orang-orang yang hendak pergi ke sana dan saya kirimkan melalui email.  Dan setelah batas waktunya selesai, yaitu Oktober 2017, saya tidak mendapatkan hukuman lagi karena tugas sudah saya selesaikan.

02 November 2017  s.d   02  November 2018 
Tuhan berbicara kepada saya untuk orang-orang di kabupaten tempat saya tinggal bahwa SEMUA ORANG HARUS SEGERA BERGERAK MENDUDUKI TEMPAT / KABUPATEN INI DAN MENGALAHKAN SETAN DAN PENGARUHNYA KARENA SELAMA INI, SETAN MENGENDALIKAN TEMPAT/KABUPATEN TEMPAT SAYA TINGGAL.  SEGERA BERGERAK SEBAB WAKTU YANG TUHAN BERIKAN BAGI KITA TERBATAS (Mulai tgl 02 November 2017).  Batas waktunya adalah  1 tahun.  Dan saya melihat gereja-gereja di tempat saya tinggal sudah mulai mengadakan KKR – KKR sebelum batas waktu itu yaitu 02 November 2018.  Dan memang setelah batas waktu itu, Tuhan tidak mendatangkan hukuman untuk tempat tinggal kami, seperti pada saat saya tidak selesaikan tugas dari Tuhan, saya menerima hukuman. Dan saya melihat, sudah berlanjut di adakan KKR  dan memang harus terus berlanjut untuk mempersiapkan tempat kami bagi kedatangan Tuhan Yesus.

Sekitar Desember 2018  s.d   Desember  2020 รจ
Tuhan berbicara kepada saya “Untuk tempat tinggalmu, batas waktunya adalah 1 tahun, dan untuk kota lainnya di Papua, batas waktunya adalah 2 tahun  Jadi batas waktu untuk semua kota lainnya di Papua untuk menduduki  tempatnya masing-masing adalah 2 tahun, sejak Desember 2018 sampai dengan Desember  2020.  Ada setan antikris yang mulai bekerja dan bapak ibu sdr dapat melihatnya di tempat saya tinggal. Setiap kota / kabupaten di Papua, tolong dipersiapkan untuk menghadapi setan antikris ini. Seperti mulai diadakan KKR setiap tahun di masing-masing kota, mulai adakan doa bersama semua denominasi gereja setiap bulan di suatu tempat yang ditentukan, MULAI ADAKAN GERAKAN / KEGIATAN BERSAMA YANG DIIKUTI SEMUA UMAT BERAGAMA, MISALKAN PAWAI BERSAMA YANG DIIKUTI UMAT KRISTEN DAN ISLAM, HINDU DAN BUDHA, dengan demikian umat beragama saling mengenal dan jika setan hendak menimbulkan perselisihan, akan lebih sulit karena antar umat beragama sudah saling mengenal.


PADA TAHUN 2016 DAN 2017,  TUHAN PERINTAHKAN SAYA MEMBAWA KESAKSIAN PESAN TUHAN KE KOTA LAINNYA DI PAPUA.  TETAPI TUHAN BERITAHU SAYA "MEREKA MENGANGGAPNYA ANGIN LALU".   GEREJA-GEREJA DI PAPUA KEBANYAKAN TIDAK MEMPERHATIKAN PESAN TUHAN ITU. 

                                               
Berikut ini adalah kesaksian pesan Tuhan yang saya terima dari Tuhan :

MENGIKUTI CARA HIDUP JEMAAT PERTAMA DI YERUSALEM
( Kisah Para Rasul  2 : 41 – 47 )
Tuhan menghendaki semua jemaatNya (orang percaya) di akhir zaman ini untuk mengikuti cara hidup jemaat yang pertama di Yerusalem. Jemaat pertama ini bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan mereka bertekun dalam persekutuan (ayat 42), segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama (ayat 44), mereka sehati berkumpul tiap-tiap hari dalam bait Allah (ayat 46), para rasul mengadakan banyak mujizat dan tanda (ayat 43), dengan cara hidup seperti ini, jumlah mereka bertambah-tambah kira-kira tiga ribu jiwa (ayat 41). Jika kita sebagai jemaat akhir zaman hidup seperti cara hidup jemaat pertama ini, banyak jiwa akan bertobat dan akan terjadi penuaian jiwa-jiwa di akhir zaman, dan inilah kehendak Tuhan.  Tuhan Yesus sudah dekat datang kembali, kita harus membawa banyak jiwa di dunia ini kepada Tuhan, agar mereka tidak binasa di dalam neraka, karena Tuhan Yesus disalibkan sampai mati untuk keselamatan mereka juga.  Maka cara mudah untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan Yesus adalah dengan menerapkan cara hidup jemaat pertama ini, kita akan dapat menuai jiwa-jiwa baru bagi Tuhan Yesus dengan cara hidup kita dalam jemaat / persekutuan di mana kita berada.
Dengan cara hidup jemaat seperti ini, banyak tanda dan mujizat akan terjadi seperti yang dialami jemaat mula-mula. Banyak gereja sekarang tidak mengalami tanda-tanda dan mujizat dan tidak terjadi penuaian jiwa-jiwa baru sebab gereja tidak hidup seperti jemaat mula-mula.
Tuhan berbicara kepada saya, “Waktu Aku datang nanti, hanya 1 jemaat yang selamat.” Saya tanya, “Tuhan, jemaat di kota kami sangat banyak, dari berbagai denominasi gereja, lalu jemaat yang mana yang Tuhan maksudkan?” Tuhan menjawab, “ Satu jemaat yang percaya kepadaKu.” Kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah 1 jemaat, dari denominasi apapun. Kita semua adalah tubuh Kristus dan Kristus sebagai kepalanya “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1 Korintus 12 : 27).
Kita juga membaca di dalam Alkitab bahwa jemaat pertama di Yerusalem, cuma ada satu jemaat saja yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Setelah beberapa waktu kemudian, barulah terjadi perpecahan dalam jemaat. Dalam I Korintus 1 :10-17 kita melihat Rasul Paulus menasihati jemaat Korintus karena ada yang mengatakan dari golongan Paulus, Apolos, Kefas, Kristus. Kalau sekarang ini, golongan-golongan itu dalam bentuk  berbagai denominasi gereja.  Tetapi Tuhan ingin kita sebagai jemaat akhir zaman harus hidup seperti jemaat mula-mula di Yerusalem yaitu sehati sepikir di dalam Tuhan Yesus, sebagai satu jemaat yang dapat bekerja sama untuk kepentingan Tuhan saja.

TUHAN YESUS SUDAH DEKAT DATANG KEMBALI
Setiap datang presiden/ ratu/ raja, ke suatu negara, selalu dihamparkan karpet panjang beludru berwarna merah di bawah tangga pesawat di mana presiden/ratu/raja itu akan berjalan di atasnya. Mungkin saat ini sudah jarang dipakai cara itu (menghamparkan karpet merah) tetapi dulu saya selalu melihatnya di televisi setiap disiarkan acara penyambutan raja / ratu / presiden dari negara lain.
Tuhan Yesus juga demikian, waktu IA masuk kota Yerusalem, dengan mengendarai keledai, orang-orang Yerusalem juga menghamparkan pakaian mereka, kain-kain dan dahan-dahan pohon, di jalan tempat Tuhan akan lewat (Matius 21 : 1-11), dan Tuhan Yesus dengan mengendarai keledai, berjalan di atas  dahan-dahan pohon yang dihamparkan tadi. Itulah kehendak Allah BAPA sebab Tuhan Yesus adalah Raja segala raja (Mungkin kalau saat itu sudah ada karpet beludru berwarna merah seperti saat ini, maka orang-orang Yerusalem juga akan menghamparkan karpet itu untuk menyambut Tuhan Yesus).
Pesan Tuhan bagi kita adalah :
1.         Setiap kota, negara dan dunia sudah harus menghamparkan karpet merah (artinya mulai mengadakan persiapan) untuk menyambut kedatangan seorang Raja yaitu Tuhan Yesus Raja segala raja yang akan segera datang kembali untuk menjemput anak-anakNYA di bumi. Apakah Biak, Jayapura, Nabire, Sangihe, Makasar, Medan, Kendari, Palangkaraya dll sudah mulai mempersiapkan diri ?  Kalau belum, maka mulailah, sebab Tuhan sedang menunggu kita mempersiapkan tempat kita masing-masing.
Harus ada kerjasama semua orang untuk dapat mempersiapkan setiap kota, negara dan dunia. Tuhan berbicara kepada saya “Harus ada kerjasama seluruh dunia untuk membawa jiwa-jiwa kepadaKU.  Kenapa harus ada kerjasama seluruh dunia ? Karena Tuhan Yesus datang untuk seluruh dunia dan bukan hanya untuk orang Kristen.  Dahulu juga, Tuhan Yesus mati disalibkan untuk semua manusia di seluruh dunia dan bukan hanya untuk orang Kristen. Setiap kota/kabupaten di Papua, di Indonesia, di seluruh dunia harus dipersiapkan, sebab kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat dekat. Kita sudah diperintahkan oleh Tuhan ‘SEGERA PERSIAPKAN SEMUA TEMPAT UNTUK KEDATANGAN TUHAN YESUS”
2.         Setiap jemaat / gereja harus segera menghamparkan karpet merah artinya mulai mempersiapkan semua jemaatNYA untuk kedatangan Tuhan Yesus. Majelis dapat adakan kunjungan ke setiap rumah jemaat walaupun tidak ada jadwal kunjungan pastoral, bagi gereja yang belum ada doa puasa dalam jemaat sebaiknya diadakan doa puasa setiap minggu di gereja agar jemaat yang memiliki pergumulan berat, dapat bergabung untuk saling mendoakan,
juga mengadakan KKR setiap tahun sekali di dalam jemaat, KKR keluar ke daerah pedalaman / daerah terpencil, dll. Saya pernah menonton KKR Gereja Tiberias di TV dan di atas panggung, mereka menghamparkan karpet beludru panjang berwarna merah (seperti hendak menyambut seorang terhormat yang akan berjalan di atas karpet itu) dan saya berpikir bahwa itulah tanda bahwa gereja Tiberias pimpinan bapak pendeta Pariadji, dengan KKR-nya sedang mempersiapkan Indonesia untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.  Mengapa kita harus menunggu KKR yang dilakukan oleh hamba-hamba Tuhan dari kota lain, begitu banyak pendeta di setiap kota yang dapat bersatu hati, mengumpulkan dana bersama jemaat untuk mengadakan KKR keliling di kabupaten masing-masing. Kita harus persiapkan kabupaten masing-masing, sampai pelosok-pelosok daerah. Gereja harus bekerjasama.
3.         Setiap keluarga harus dipersiapkan untuk menyembut kedatangan Tuhan Yesus. Harus ada mezbah untuk mempersembahkan korban PUJIAN PENYEMBAHAN, DOA DAN MEMBACA FIRMAN setiap hari  di dalam setiap keluarga. Anggota keluarga harus diajar dengar-dengaran kepada Tuhan dan FirmanNYA, inilah yang membuat seisi rumah dapat setia bertahan dalam iman sampai Tuhan Yesus datang kedua kali.  Ajarkan anak-anak kita, selain belajar pelajaran sekolah, juga pelajari Alkitab. Sehingga selain otaknya pintar, rohaninya juga pintar dan ia tidak akan jadi pemimpin yang pintar otaknya tetapi akhlaknya buruk, akhirnya jadi koruptor.
4.         Setiap orang harus segera mempersiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Salah satunya adalah dengan menyelesaikan membaca seluruh isi Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, karena Alkitab yang akan memimpin kita untuk mengetahui kebenaran yang membawa kita ke dalam Surga. Tuhan berbicara kepada saya “Anak-anakKU binasa karena tidak berpengetahuan”.  Mengetahui seluruh isi Alkitab adalah sangat penting untuk dapat masuk Surga. TIDAK MENGETAHUI SELURUH ISI ALKITAB = AKAN MASUK NERAKA, KARENA KITA TIDAK TAHU MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH /DOSA.  Di akhir zaman ini akan banyak ajaran ajaran sesat yang kita temukan, kalau kita tidak mengetahui seluruh isi Alkitab, kita akan mudah disesatkan dan dibawa ke dalam neraka.

Tuhan memberitahu saya bahwa jika kita sudah menghamparkan karpet merah (mempersiapkan diri untuk kedatanganNYA), maka IA tidak akan membiarkan karpet itu kena hujan sampai rusak. (hujan itu pasti didatangkan setan artinya setan mau merusak persiapan kita dan itu tidak akan dibiarkan Tuhan). Kalau kita sudah mempersiapkan diri (mempersiapkan karpet merah untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali), maka IA tidak akan menunda kedatanganNYA lama-lama sampai setan merusak apa yang sudah kita persiapkan. Tuhan akan segera datang menjemput umatNya.  SEGERA siapkan Papua dan Indonesia dan dunia untuk  kedatangan Tuhan Yesus.

Jika presiden/raja dari suatu negara sudah hampir tiba dengan pesawat di satu negara lainnya, maka karpet merah sudah dihamparkan di landasan pesawat, menunggu pesawat mendarat di landasan.  Jika kita sudah disuruh Tuhan mempersiapkan/menghamparkan karpet merah, tandanya Tuhan Yesus sudah sangat dekat untuk datang, diibaratkan Tuhan Yesus sudah berada dalam perjalanan dengan pesawat dan sebentar lagi pesawat itu sudah mendarat di landasan. Jadi jangan santai dan menunda mempersiapkan diri. Sdr juga bisa perhitungkan sendiri, jika presiden negara  lain, misalnya presiden AS dalam perjalanan dengan pesawat ke Indonesia, kira-kira ia sudah berada di mana ketika di landasan pesawat di Indonesia sudah diperintahkan menghamparkan karpet merah di landasan untuk menyambutnya?  Begitulah kira-kira jika kita mau membandingkan dengan waktu kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.  Sudah tidak lama.
Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa tugas saya membawa pesanNYA ke seluruh Papua dan Tuhan berbicara “Jika Papua sudah siap, AKU segera datang  Dan Papua belum disiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus, maka Tuhan meminta saya agar dalam waktu 2 tahun (Oktober 2017  s.d  Oktober 2017) memberitahukan pesan Tuhan ini ke seluruh Papua, bahwa PAPUA HARUS SEGERA DIPERSIAPKAN UNTUK MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN YESUS.  Sdr melihat di Papua, masih ada peperangan suku, suku-suku di pedalaman masih memakai koteka atau cawat, tandanya Papua belum disiapkan. Bagi gereja yang mengadakan kunjungan wisata rohani, seringlah kunjungi daerah pedalaman Papua.

Tuhan berbicara kepada saya bahwa Tuhan menunggu sampai bahtera Nuh selesai dibangun, barulah Tuhan mendatangkan air bah (cerita bahtera Nuh dalam Kejadian 7). Tuhan akan menunggu sampai Papua siap, barulah Tuhan Yesus datang. Bagi kita semua yang tinggal di Papua, dari suku apapun, mulailah masing-masing sediakan waktu untuk pelayanan persiapkan Papua bagi kedatangan Tuhan Yesus, cari jiwa yang masih terhilang. Tetapi begitu juga dengan daerah lainnya di Indonesia dan dunia.

Saya melihat begitu banyak orang yang hidup dalam kejahatan dan mengikuti nafsu kedagingan mereka, saya berpikir sendiri ‘Kalau begini, bisa-bisa nanti Surga akan kosong’  dan saya mendengar Tuhan berbicara “Dari begitu banyak manusia yang hidup pada zaman Nuh, yang dapat selamat dari air bah hanya 8 orang. Begitulah yang akan terjadi di akhir zaman ini”.  Tuhan juga berbicara kepada saya “Masa anugerahKU tinggal sedikit

KORBAN PAGI DAN PETANG   (Bilangan 28 : 1-8)
Dalam kitab Bilangan 28:1-8 menuliskan tentang kewajiban orang Israel mempersembahkan korban setiap pagi dan petang, sewaktu saya membaca cerita ini, Tuhan berbicara : "Itulah yang harus engkau lakukan setiap pagi dan petang yaitu mempersembahkan korban puji-pujian, berdoa dan membaca Firman." Tuhan berbicara kepada saya, “Setiap orang Kristen harus bangun sebelum matahari terbit untuk berdoa dan juga sebelum matahari terbenam pada petang hari.”   Ini kewajiban dan bukan hanya kalau ada waktu.
Tuhan kemudian berbicara kepada saya “Besok, engkau bangun jam 4  subuh untuk berdoa”.  Sejak itu, saya selalu bangun pagi pk. 04.00 wit untuk berdoa, memuji Tuhan dan Tuhan berbicara kepada saya, “Bila terdengar bunyi sangkakala, engkau akan mendengarnya sebab engkau sudah berjaga-jaga.”
Suatu pagi, jam waker berbunyi pukul 04.00 wit, saya terbangun tetapi kemudian tertidur lagi, jam 04.30 saya terbangun lagi, tetapi sewaktu saya mau tidur kembali, Tuhan berbicara, “Pencuri datang pada saat semua orang sedang tidur.”  Artinya jika Tuhan sudah menyuruh saya bangun berdoa tetapi saya tetap tidur dan saat itu Tuhan ijinkan ada pencuri, maka saya tidak akan tahu. Arti lainnya, jika Tuhan sudah meminta saya bangun subuh untuk berdoa, tetapi saya tetap tidur, maka ketika sangkakala berbunyi dan Tuhan Yesus datang kembali nanti, seperti pencuri, saya tidak akan mengetahuinya karena sedang tidur (rohani).Karena kamu sendiri tahu benar-benar bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam” (1 Tesalonika 5:2)
Pencuri datang pada saat semua orang sedang tidur, Tuhan Yesus akan datang kedua kali seperti pencuri, maka supaya kita tahu bahwa Tuhan datang, KITA JANGAN SAMPAI TERTIDUR ROHANI, kita harus selalu berjaga-jaga dalam doa, tetap menjaga diri kudus, tetap menjalankan perintah dan kehendak Tuhan dalam keadaan dunia bagaimanapun sulitnya nanti.
Subuh, hari berikutnya kembali saya tertidur-tidur (mau bangun tetapi badan terasa lemas) dan saya mendengar Tuhan berbicara, “Engkau seperti 3 murid di taman Getsemani.” Tiga murid itu tertidur sewaktu Tuhan tinggalkan mereka agak jauh untuk berdoa. Sampai dua kali Tuhan Yesus menegur mereka  “Mengapa kamu tidak dapat berjaga walau sebentar?”. Mereka tidak mampu berdoa dan berjaga-jaga seperti yang diperintahkan Tuhan (Matius 26 : 36-46) dan ketika datang pencobaan yaitu Tuhan Yesus ditangkap di taman Getsemani, mereka semua lari tinggalkan Tuhan. Tuhan memberitahu saya bahwa Jika mau memiliki iman yang kuat dan tidak lari ketika datang pencobaan atas iman kita, maka sediakan waktu selalu untuk doa subuh dan doa petang, selalu berdoa dan berjaga supaya kuat, ini perintah Tuhan. Tuhan Yesus berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah.” (Matius 26 : 41).  Dengan kata lain, berdoa dan berjaga selalu supaya kuat sehingga ketika datang pencobaan, engkau tidak akan lari tinggalkan Tuhan. Semakin dekat waktu kedatangan Tuhan Yesus, akan banyak kesukaran di dalam dunia, orang percaya akan banyak menderita aniaya, supaya kuat untuk tetap setia kepada Tuhan maka kita harus selalu sediakan waktu untuk berdoa dan berjaga setiap hari. Dalam doa-doa ini, kita akan mendapatkan hikmat, penghiburan dan kekuatan Tuhan dalam segala pergumulan hidup dan pencobaan yang kita hadapi.
Tuhan memberitahu saya bahwa akan banyak orang percaya akan tertidur rohaninya ketika Tuhan Yesus datang kedua kali dan mereka akan tertinggal ketika pengangkatan orang percaya.   Kalau tertinggal berarti sdr ikut dalam aniaya besar antikris. 
Karena besarnya kesulitan yang saya hadapi dalam menjalankan tugas dari Tuhan untuk menyebarkan kesaksian pesan-pesan Tuhan ini, saya akhirnya memilih tidak melakukan tugas itu dan Tuhan berbicara kepada saya “Adalah berbahagia, orang yang ketika AKU datang nanti, ia sedang mengerjakan pekerjaan/tugasnya

Doa pagi sebelum matahari terbit dan doa petang sebelum matahari terbenam adalah sebagai benteng bagi setiap rumah, jika Tuhan ijinkan suatu musibah/ tulah menimpa kota kita, maka rumah itu akan  dilindungi Tuhan. Seperti ketika Tuhan mendatangkan tulah kesepuluh atas Mesir, hanya rumah-rumah Israel yang taat, dimana pada ambang pintu rumahnya diolesi darah domba , yang selamat (Keluaran 12 : 13). Seperti itulah doa pagi dan petang, ketika datang tulah/ musibah maka rumah-rumah yang taat berdoa tersebut akan selamat.   Saya melihat begitu banyak orang meninggal dunia dan Tuhan mengingatkan saya untuk kembali menyampaikan pesan ini kepada orang-orang sebab dengan taat berdoa subuh dan petang, di dalam doa itu, kita akan menerima banyak petunjuk dari Tuhan sehingga kita dapat menjaga diri kita sekeluarga dengan baik dan terhindar dari serangan setan dan pekerjaannya di akhir zaman ini yang menyebabkan banyak orang meninggal dunia.

Doa subuh dan petang adalah kekuatan bagi mereka yang menghadapi pergumulan hidup yang berat dan jika itu berlangsung dalam waktu yang lama. Sebab ketika kita selalu taat berdoa subuh dan petang, di dalam doa itulah kita akan menerima kekuatan dari Tuhan, kita dapat mendengar suaraNYA melalui Firman yang kita baca, suatu kekuatan, hikmat, petunjuk untuk pergumulan hidup kita, sampai kita berhasil menang atasnya.
“Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”     Lukas 22 : 46

TUHAN DATANG SEPERTI PENCURI  (Wahyu 16 : 15)
Tuhan Yesus akan datang seperti pencuri, dimana hanya orang-orang yang sedang berjaga-jaga saja dan tidak tertidur rohaninya yang akan mengetahui ketika Tuhan datang. Ketika datang pencuri, kalau pemilik rumah sedang tidur, tentu ia tidak tahu. Ia baru tahu ketika pagi hari, ia bangun dan melihat barang-barangnya hilang diambil pencuri.
Pada waktu Tuhan Yesus datang, Tuhan akan mengambil diam-diam umatNya yang saat itu tetap setia kepadaNya, terjadi pengangkatan orang-orang percaya (I Tesalonika 4: 13-18). Tuhan mengambil mereka diam-diam, seperti pencuri mengambil barang, harta, uang kita diam-diam. Manusia lain baru sadar ketika mengetahui umat Tuhan sudah tidak ada di dalam dunia. Karena itulah Tuhan dikatakan akan datang seperti pencuri, yaitu karena IA akan mengambil anak-anakNYA diam-diam dan barulah setelah itu dunia akan menyadarinya bahwa anak-anak Tuhan sudah tidak ada di bumi.  Selain pencuri juga akan datang tanpa memberitahu siapapun demikian Tuhan Yesus akan datang kedua kali tanpa ada satupun manusia yang mengetahui kapan tepat waktunya (Tetapi tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus akan diketahui manusia yang mau memperhatikannya).

Jadi berjagalah selalu, berdoa tak putus-putusnya dalam keadaan tertekan bagaimanapun, tetap lakukan kehendak Tuhan, jangan sibuk saja dengan urusan dunia ini. Jaga hidupmu agar tidak tercemar dengan dunia, sehingga ketika Tuhan Yesus datang, engkau mengetahuinya sebab engkau tidak sedang tertidur rohani. PERSIAPKAN KELUARGAMU AGAR SIAP DALAM MENANTI KEDATANGAN TUHAN YESUS.  Setan akan memakai segala cara agar orang percaya tidak lagi bisa berjaga-jaga dalam imannya, setan akan membuat manusia begitu sibuk sampai tidak ada waktu berdoa dan bersekutu bersama keluarga, tidak ada waktu ke gereja apalagi pelayanan, setan akan membuat orang-orang cinta kesenangan dunia (memakai waktu untuk shoping, kumpul-kumpul bersama teman, main facebook / internet, sampai lupa berdoa, lupa ibadah, setan juga akan setan akan mendatangkan banyak masalah kepada orang-orang percaya sehingga mereka menjadi lemah dan tidak lagi berdoa dan menjalankan pelayanan bagi Tuhan. Kembali ke kesaksian di atas tadi, supaya kita kuat dalam iman untuk menghadapi tekanan dunia ini maka doa setiap subuh dan petang, itulah kuncinya.  Selalu ada kekuatan bagi kita dalam doa subuh dan doa petang untuk kita menghadapi semua pergumulan hidup di akhir zaman sampai Tuhan Yesus datang kembali. Tuhan berbicara kepada saya “Setiap orang Kristen harus bangun subuh sebelum matahari terbit untuk berdoa, pujian kepada Tuhan dan juga pada petang hari sebelum matahari terbenam
“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”      Wahyu 16 : 15

KERJA SAMA SELURUH DUNIA
Tuhan berbicara kepada saya “Harus ada kerja sama seluruh dunia untuk membawa jiwa-jiwa tersesat kepadaKU”, harus ada kerjasama antara semua gereja, semua persekutuan yang saat ini melayani Tuhan, semua orang, untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan sebelum Tuhan Yesus datang kedua kali. Jangan karena beda denominasi gereja, menghalangi kita bekerjasama dengan semua gereja. Tuhan bicara kepada saya : Semua tembok pemisah yang ada harus diruntuhkan, tembok pemisah antar denominasi gereja, antar suku, harus dirobohkan, supaya ada kerjasama semua orang untuk persiapkan dunia bagi kedatangan Tuhan Yesus, terutama membawa jiwa bagi Tuhan.
Kalau tahun 1980-an dan 1990-an kita sudah mendengar bahwa tahun 2000 kiamat, mengapa sampai tahun 2019 sekarang, belum kiamat ?  Sebab Tuhan masih memberi waktu anugerah yaitu waktu bagi kita yang belum siap untuk mempersiapkan diri , waktu bagi mereka yang belum bertobat untuk menyadari dosa mereka dan bertobat, dan waktu bagi kita untuk mencari jiwa-jiwa yang masih tersesat.  TUHAN TUNGGU GEREJA TUHAN DI DUNIA UNTUK MAU BEKERJASAMA UNTUK MENYELAMATKAN JIWA-JIWA YANG MASIH TERSESAT.  Ini tugas yang paling penting di akhir zaman, dibandingkan semua tugas dan pekerjaan lainnya di bumi. Setelah kita mempersiapkan diri dan keluarga, maka segera mulailah keluar mencari jiwa bagi Tuhan. Dengan bekerja sama semua gereja di dunia, pekerjaan mencari jiwa bagi Tuhan, lebih mudah kita kerjakan.
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.  ( I Korintus  1 : 10 )

BERLOMBA MENJADI YANG TERBAIK?
Dalam Ibrani 12 : 1 tertulis “….. marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”  Lalu dalam Filipi 3 : 13,14  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Saya salah mengerti tentang ayat ini, saya berpikir bahwa Tuhan menghendaki kita berlomba-lomba untuk mendapatkan hadiah (yang mendapat hadiah pastilah yang juara 1,2,3). Jadi saya selalu berusaha, dalam pendidikan, saya berusaha mengalahkan semua teman untuk mendapat nilai terbaik, selalu berusaha menjadi terbaik sesuai kemampuan saya, karena saya berpikir bahwa itulah kehendak Tuhan yaitu berlomba-lomba menjadi terbaik, tercepat untuk kemuliaan nama Tuhan.  Tetapi Tuhan menyadarkan saya bahwa ada bahaya di balik itu dan bahwa saya telah salah mengerti kedua ayat di atas.
Ini kebenaran dari Tuhan :   Menjadi yang termuda (misalnya juara catur termuda dunia), menjadi tercepat (misal juara lari tercepat dunia), menjadi terbaik (misal lulusan terbaik), menjadi teladan (misal terpilih sebagai guru teladan), maka siapapun yang mendapat gelar ini tanpa disadari (jika ia tidak waspada, akan merasa “saya lebih dari yang lainnya”, dan akan dipandang orang bahwa “dia lebih dari yang lain”, padahal merasa diri lebih dari orang lain adalah kesombongan sebab tidak ada satu manusiapun yang lebih dari yang lain, hanya Tuhan yang lebih dalam segala hal. Tuhan membenci orang yang sombong dan akan merendahkan semua orang yang sombong (merasa diri lebih).
Maksud ayat di atas bukanlah berlomba-lomba mengalahkan manusia lain tetapi Rasul Paulus mengajarkan kita untuk berlomba-lomba mengalahkan nafsu daging (nafsu dunia) misalnya nafsu untuk selalu makan yang enak-enak, nafsu untuk selalu bersenang-senang (pergi berbelanja, berpesta), keinginan daging untuk selalu bermalasan dan selalu bangun pagi  terlambat,dll. Kita juga diajar untuk mengalahkan godaan setan untuk korupsi, cepat marah, iri hati, benci, membalas kejahatan dengan kejahatan,dll. Kita diwajibkan berlomba melawan hal-hal ini sampai menang, sebab semua nafsu ini hendak mengalahkan kita dan membawa kita ke neraka, jadi kalahkanlah semua hal ini dan hiduplah sesuai pimpinan Roh Kudus. Jadi kedua ayat di atas bukan dimaksudkan agar kita berlomba-lomba mengalahkan manusia lain, yang memang dalam perlombaan, mereka berusaha mengalahkan kita. Tetapi kita berlomba mengalahkan nafsu daging / nafsu dunia dan rayuan setan, yang juga mau mengalahkan kita.
Hati-hati ketika kita sedang berusaha menjadi YANG TERBAIK = lebih baik dari semua yang lain, YANG TERMUDA = lebih muda dari semua yang lain, YANG TERCEPAT = lebih cepat dari semua yang lain, YANG TERINDAH, YANG TERMEGAH, YANG TERMASHUR, dst, jangan sampai kita merasa diri lebih dari yang lain sebab mereka yang belum meraih gelar tersebut sebenarnya hanya kurang tekun, kurang giat, dan jika mereka memaksimalkan usaha mereka, mereka juga dapat meraih gelar yang terbaik dalam bidang mereka masing-masing. Jadi sebenarnya kita manusia tidak dapat merasa atau menganggap diri lebih dari yang lain. Apapun yang kita perjuangkan untuk kita raih adalah untuk memuliakan nama Tuhan dan bukan untuk memuliakan nama kita.
Sebab setan akan memakai hal ini untuk membuat manusia berlomba-lomba : MEMBUAT MENARA TERTINGGI DI DUNIA, MEMBUAT BANGUNAN TERMEGAH DAN TERINDAH DI DUNIA, MENJADI PUTRI TERCANTIK DAN TERPINTAR DI DUNIA (MISS UNIVERSE), MENJADI KOTA DENGAN KEMBANG API TERINDAH DI DUNIA, dll. Dan saat ini Indonesia juga sudah merancang untuk membangun menara pencakar langitnya. Sehingga semua manusia akan berlomba-lomba menjadi satu dengan lainnya untuk menjadi yang TER,  dimana hasilnya, kota / negara  di mana bangunan ini berdiri akan membanggakan diri sebagai kota/ negara hebat, pemilik menara tertinggi di dunia, presidennya dan rakyatnya akan bangga sebagai pemilik menara tertinggi dunia, mereka akan merasa lebih dari kota/Negara lain, padahal itulah kesombongan. Setan akan membuat semua manusia berlomba-lomba dan tanpa sadar menjadi sombong dan membuat Tuhan sakit hati. Ingat menara Babel yang dibangun manusia dalam kesombongannya dan dihancurkan Tuhan. Tuhan akan merendahkan semua orang, semua kota, semua negara yang merasa diri lebih dari yang lain (sombong). Setan sedang menghancurkan manusia dengan kesombongan yang tidak mereka sadari. Ini yang akan terjadi di akhir zaman ini, maka anak-anak Tuhan, janganlah tertipu dan ikut dalam perlombaan ini. Memang kita harus berusaha untuk meraih semua janji Tuhan bagi kita tetapi hati-hati dengan kesombongan yang tidak disadari. Itu dapat membawa kita ke dalam neraka. Gelar-gelar sarjana juga dipakai setan untuk menghancurkan manusia dengan kesombongan, seperti Drs, Ir, S.Pd. S.Si, Prof, dll. Jadi hati-hati , jangan merasa diri lebih karena menyandang gelar ini pada nama kita. Kita tidak akan membawa gelar-gelar ini ke surga / ke neraka dan gelar ini juga tidak akan membawa kita ke surga maka janganlah kita terlalu mengejarnya ! Utamakan melakukan perintah Tuhan, jangan karena mengejar gelar, kita berbuat dosa dan masuk neraka. Saya berpikir bahwa pada saat kita dipanggil nanti pada pengadilan akhir zaman, kita tidak akan dipanggil dengan gelar kita (Drs, Ir, Prof) tetapi kita akan dipanggil dengan nama kita.
Adalah janji Tuhan untuk mengangkat anak-anakNYA menjadi kepala dan bukan ekor, akan tetap naik dan bukan turun jika mendengar dan melakukan segala perintahNYA dengan setia (Ulangan 28 : 13), tetapi harus selalu diingat, jangan pernah merasa diri lebih dari orang lain sebab semua itu adalah milik Tuhan, anugerahNYA bagi kita yang sebenarnya kita tidak layak menerimanya.
Saya sedang membaca tulisan ini dan berpikir bahwa jangan lagi saya mengejar untuk menjadi yang ter…. dan saya mendengar Tuhan berbicara, “Apa yang AKU buat selama AKU di bumi?”  saya berpikir, yang Tuhan Yesus buat adalah merendahkan diri menjadi pelayan semua orang, menjadi teman orang-orang yang dipandang rendah oleh dunia, untuk memenangkan jiwa mereka. Maka saya jangan lagi berlomba menjadi “besar” tetapi saya harus merendahkan diri untuk melayani semua orang, menjadi pelayan mereka, untuk memenangkan mereka bagi Tuhan Yesus. Sebab yang terbesar di dalam kerajaan Allah adalah mereka yang merendahkan diri menjadi pelayan sesamanya. Seorang anak Tuhan yang rela menjadi pelayan, yang dapat memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan Yesus.
Apa gunanya mempunyai banyak gelar di depan dan di belakang nama, apa guna menjadi penyanyi terkenal di dunia, mempunyai rumah mewah dan segala fasilitas, punya pesawat pribadi, masuk dalam golongan elit dunia tetapi akhirnya masuk neraka karena semuanya itu.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat berikannya untuk mengganti nyawanya?  Matius 16 : 26
                
ORANG KRISTEN JANGAN BERHUTANG
Tuhan berbicara kepada saya “Selesaikan segera semua hutangmu dan jangan berhutang lagi. Hidupmu bukan tergantung dari hutang tetapi daripadaKU.”  Pada saat Tuhan Yesus datang nanti menjemput umatNYA dan sudah tidak lama lagi, siapapun yang masih berhutang (kredit bank/koperasi simpan pinjam, kredit motor/mobil/rumah, hutang baju/barang di penjual baju keliling/ di toko) akan tertinggal sebab ia harus melunasi hutangnya di bumi (ia terikat dengan hutangnya di bumi). Ini yang Tuhan beritahukan kepada saya.
BAPA  kita kaya raya, kita anak-anakNYA jangan mempermalukan BAPA dengan berhutang. Hak kita sebagai anak Raja ada di surga, kita berhak memintanya dengan iman.  Jika iman kita belum ‘hidup’ (kita berdoa meminta kepada Tuhan tetapi, kita sulit menerima mujizat Tuhan) mungkin salah satu sebabnya adalah kita belum mengasihi sesama. Tuhan tidak akan memberikan berkat (uang dll) kelimpahan kepada orang yang mengasihi diri sendiri sebab mereka akan memakainya untuk diri sendiri dan akan mencelakakan diri mereka karena berkat itu. Mengasihi sesama adalah perintah Tuhan, mengasihi berasal dari kata ‘kasih’ dan KASIH = MEMBERI, banyaklah memberi (kasihi orang lain), jika kita mengasihi orang lain melebihi diri kita sendiri, maka iman kita akan bekerja dan kita tidak akan berhutang, sebab Tuhan akan memenuhi semua keperluan kita menurut iman kita. Bagaimana mungkin kita bisa mengasihi orang lain melebihi diri sendiri? Kita meneladani sifat Tuhan Yesus, karena sangat mengasihi manusia, ia merelakan dirinya mati disalib agar kita selamat. IA mengasihi kita melebihi dirinya sendiri.

Saya senang memberi bantuan kepada orang lain, tetapi sedikit-sedikit saja, menurut kemampuan saya. Dan saya terus bertanya kepada Tuhan ‘Saya selalu memberi, kenapa hidup saya masih pas-pasan? Banyak kebutuhan belum dapat terpenuhi?’ dan Tuhan bicara kepada saya “Berilah sampai memenuhi kebutuhan orang dan bukan hanya memberi sedikit-sedikit saja. Maka kebutuhanmu juga akan AKU penuhi semuanya”. Ukuran yang kita pakai untuk mengukur dalam memberi, itulah ukuran yang akan dipakai Tuhan untuk memberi kepada kita. “Berilah maka kamu akan diberi; suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang, dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6 : 38).
Kadang-kadang juga, penghalang berkat Tuhan dalam hidup juga adalah karena kita selalu bersungut-sungut dan mengeluh ketika menghadapi pergumulan hidup seperti kekurangan, hidup pas-pasan, sakit-penyakit dll.  Cobalah untuk belajar tidak mengeluh walaupun dalam keadaan sulit sebab jika kita selalu mengeluh justru akan menghalangi berkat Tuhan bagi kita.

Setelah saya menerima pesan Tuhan ini, saya mulai belajar memberi. Saya keluarkan semua tabungan saya, dan saya memberikan kepada orang yang memerlukan. Setiap bulan, setelah terima gaji, uang yang seharusnya saya tabung, saya berikan kepada orang yang saya tahu memerlukan. Tetapi setelah 4 bulan, ketika saya memerlukan uang, saya tidak melihat Tuhan menyediakan keperluan saya itu sampai saya harus menggadaikan kalung ke pegadaian. Saya berhenti memberi dan mulai berdoa. Saya bertanya kepada Tuhan, mengapa terjadi seperti ini? Ketika saya memerlukan uang, Tuhan tidak sediakan ? Lewat beberapa waktu, Tuhan mengajarkan saya kebenaran ini (lewat buku renungan “Kemenangan” yang saya baca) :  Saya telah memberi dengan motivasi salah.  Saya memberi karena ingin menerima lebih dari Tuhan  (agar saya diberkati lebih oleh Tuhan sesuai dengan janjiNYA “Semakin banyak kita memberi maka semakin banyak pula kita menerima”). Saya memberi juga karena mengasihi diri sendiri (agar Tuhan memberkati saya) dan ini adalah salah.  Saya harus mengubah motivasi saya dalam memberi yaitu karena mengasihi orang-orang yang memerlukan  dan memberi dengan iman bahwa Tuhan pasti memelihara saya. Kalau kita memberi agar menerima, kita tidak akan menerima tetapi ketika kita memberi karena mengasihi, kita akan menerima.
Tuhan juga mengingatkan saya “Janganlah engkau tertarik kepada uang atau harta” Sebab jika saya tertarik kepada uang atau harta, Tuhan belum dapat memberikan berkat itu dengan limpah sebab saya akan terikat kepadanya dan dapat celaka karena berkat limpah yang Tuhan berikan.  Jadi cek hati dan pikiran kita masing-masing jika kita sudah banyak berdoa tetapi hidup kita masih pas-pasan, mungkin ada yang masih salah dalam hati dan pikiran kita mengenai uang dan harta.

Belajarlah bergantung hanya kepada Tuhan untuk pemenuhan kebutuhan hidup kita dan jangan bergantung kepada pegadaian, koperasi simpan pinjam, kepada bank, dll.

Ada juga ajaran dari Youtube, channelnya Arian Surya yaitu Pagar Kehidupan mengatakan apapun yang berada di dalam pikiran kita, akan menarik semua hal yang sama dari alam semesta masuk dalam kehidupan kita. Jika setiap hari kita merasa miskin dan selalu berpikir ‘Hari ini, keluarga saya makan apa ya?’  atau ‘Hari ini saya makan apa ya?’, maka inilah pikiran kemiskinan karena meragukan kuasa Tuhan memelihara kita. Maka gantilah pertanyaan di atas dengan berpikir setiap hari ‘Hari ini saya akan memberi kebaikan apa kepada orang lain’.  Dan lakukanlah itu setiap hari. Maka pikiran di dalam kita akan berubah, dari pikiran kemiskinan menjadi pikiran kelimpahan, karena kita selalu berpikir untuk memberi kepada orang lain. Hanya orang kaya yang dapat memberi. Pikiran yang berubah jadi pikiran kelimpahan akan menarik dari alam semesta semua hal yang sama yaitu rezeki bagi kita.
Pesan ini penting, tolong disampaikan kepada semua orang dan mari saling mendoakan agar kita anak-anak Tuhan tidak lagi berhutang di bumi dan tidak ada hutang yang mengikat kita di bumi ketika sangkakala berbunyi. Sebab kalau ada sesuatu yang mengikat kita di bumi, pada saat sangkakala berbunyi, dan Tuhan Yesus datang kembali, kita tidak akan dapat ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya nanti.
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.   (Roma 13 : 8 )

JANGAN BEDAKAN SUKU
Di surga tidak ada suku-suku, semua orang (rambut keriting/lurus, kulit hitam/putih) akan tinggal bersama sebagai satu keluarga. Karena itu Tuhan melatih kita dari sekarang, untuk hidup berdampingan dengan semua suku lain. Tuhan membawa orang-orang dari suku lain datang dan tinggal sebagai pendatang di kota lain (orang Ambon menetap di Biak, orang Biak tinggal di Nabire, orang Jawa menetap di Ambon, dll). Tuhan berbicara pada saya , Siapapun yang tidak mau hidup rukun sebagai satu keluarga dengan suku-suku dari daerah lain, ia tidak bisa masuk Sorga. Sebab di sorga semua suku akan hidup bersama.” 
Jangan membedakan suku, terimalah suku lain sebagai saudara, ini kehendak Tuhan. Sebab Tuhan mengasihi semua suku bangsa di dunia. Jangan ada sebutan ‘ ia pendatang ‘ atau ‘ ia orang asli ‘ sebab di dalam Tuhan Yesus kita semua adalah saudara.
Jika kita tidak mau menerima suku lain sebagai saudara dan saling mengasihi, kita juga tidak menerima Tuhan Yesus, sebab Tuhan Yesus dilahirkan di dunia sebagai orang Yahudi. Kita tidak menerima Tuhan Yesus = kita tidak menerima berkat-berkatNYA, juga keselamatanNYA. Karena itu kita dapat perhatikan sekeliling kita, orang-orang yang suka membedakan suku, kehidupan mereka biasanya sulit, karena berkat Tuhan sulit datang dalam hidup mereka dan keluarga.  Jika kita menolak suku lain sebagai saudara, kita juga menolak Tuhan Yesus, sebab Tuhan Yesus dilahirkan sebagai suku Yahudi dan kita menolak Tuhan Yesus sama dengan kita menolak keselamatanNYA.  Jika dalam hidup, sdr terus membedakan suku maka sdr tidak akan masuk Surga !
Saat ini di Indonesia, yang terdiri dari sangat banyak suku, setan memakai perbedaan suku ini untuk memecah-belah dan mendatangkan permusuhan. Kita harus sadari ini sehingga dapat mencegah hal-hal tidak baik yang dapat disebabkan oleh setan.
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. (Efesus 2 : 19 )

WAKTU INI BERHARGA
Waktu adalah pemberian Tuhan yang sangat berharga tetapi banyak manusia tidak menyadarinya. Waktu mereka pakai untuk bercerita yang sia-sia, gosip, nonton TV berjam-jam, tidur, bersantai sepanjang hari, bermain facebook atau internet, malas-malas, dll. Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita bagaimana kita menggunakan waktu setiap hari sepanjang hidup kita.
Tuhan Yesus sudah dekat datang kedua kali, pakailah waktu untuk mempersiapkan diri. Apakah sdr sudah pernah membaca Aklitab dari Kejadian sampai Wahyu? Kalau belum, pakai waktumu untuk menyelesaikan membaca Alkitab sehingga engkau tahu semua perintah dan larangan Tuhan. Sebab setan akan menyesatkan semua orang maka kita harus tahu isi Alkitab sehingga tidak akan disesatkan setan. Banyak ajaran tidak benar yang dapat kita terima dari internet, majalah, dari ajaran orang dan jika kita tidak tahu apa sebenarnya ajaran Alkitab tentang itu, kita akan mudah disesatkan. Kita bisa berbuat dosa karena tidak mengetahui bahwa perbuatan kita adalah dosa.  Seperti ada perintah Tuhan di dalam Alkitab tentang kewajiban membayar pajak kepada pemerintah (Lukas 20 : 20 – 26), tetapi karena kita tidak mengetahuinya maka kita tidak mau membayar pajak (Pajak Bumi Bangunan, pajak kendaraan, pajak penghasilan, dll). Kita melakukan dosa, melanggar Firman Tuhan dalam Alkitab, tetapi kita tidak menyadarinya karena jarang membaca Alkitab. Ketika pengadilan akhir zaman, Tuhan akan bertanya “Mengapa engkau tidak pernah membayar pajak, padahal itu salah satu perintahKU?” Sdr akan menjawab “Saya tidak tahu , Tuhan, karena belum membaca perintah itu dalam Alkitab”, dan Tuhan akan menjawab “Itu kesalahanmu, sebab Alkitab ada di depan matamu setiap hari. Mengapa engkau tidak membacanya?”  Jadi sangat penting sdr menyelesaikan membaca seluruh isi Alkitab, sebelum Tuhan Yesus datang kembali.

Gunakan waktu kita dengan benar, untuk mendidik anak-anak kita, agar mereka tahu  memilih untuk berjalan di jalan yang benar dan mereka tidak masuk neraka. Gunakan waktu kita dengan benar, untuk belajar juga banyak hal yang lain, sebab ilmu dapat menolong kita mendapatkan hidup yang lebih baik. Sebagai orangtua, harus banyak pelajari ilmu mendidik anak yang benar, ilmu menjaga hubungan dalam keluarga, sehingga kita dapat menjaga keluarga kita tetap harmonis.  Janganlah kita memakai waktu setiap hari untuk kumpul-kumpul dengan tetangga bergosip, nonton sinetron TV, sampai anak-anak kita terlantar tidak terurus.

Tuhan berbicara kepada saya, Setiap malam, engkau harus mengevaluasi kembali bagaimana engkau menggunakan waktumu sepanjang hari itu.”  Sebab nanti di depan pengadilan akhir zaman, kita harus dapat menjawab kepada Tuhan, bagaimana kita menggunakan waktu selama di bumi. Apapun yang kita kerjakan, baik atau buruk adalah menggunakan waktu kita dan semuanya akan kita pertanggungjawabkan di pengadilan akhir zaman nanti. Maka gunakan waktumu setiap hari dengan benar !
Saya sedang mononton berita di TV dan ditayangkan jalannya pengadilan kasus korupsi atas Gayus dan saya mendengar Tuhan berbicara “Seperti di bumi ini ada pengadilan, nanti di akhir zaman juga ada pengadilan bagi seluruh manusia, dimana manusia harus mempertanggungjawabkan bagaimana ia menggunakan waktunya selama di bumi
Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. ( Efesus 5 : 16 )

ISLAM DAN KRISTEN JANGAN BERMUSUHAN
Di dalam Alkitab yaitu kitab II Tawarikh 20:10,11 menceritakan bahwa dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, Tuhan melarang bangsa Israel untuk  memusnahkan bangsa Moab dan Amon, sebab kedua bangsa ini adalah keturunan dari Lot (baca Kejadian 19: 37,38). Lot adalah ponakan Abraham. Orang-orang Moab dan Amon (keturunan Lot, ponakan dari Abraham) adalah saudara dari bangsa Israel yang merupakan keturunan Ishak (anak Abraham). Jadi bangsa Israel bersaudara dengan bangsa Moab dan bangsa Amon sehingga Tuhan tidak mau mereka bermusuhan. Tuhan menyuruh bangsa Israel tidak menyerang saudara mereka bangsa Moab dan Amon ketika
 bangsa Israel dalam perjalanan menuju tanah Kanaan.

Pesan Tuhan untuk bangsa Israel sekarang ini, mereka adalah keturunan Ishak (anak Abraham dari istri sahnya, Sara) dan bangsa Palestina adalah keturunan Ismael (anak Abraham dari Istrinya Hagar yang adalah orang Mesir), Ishak dan Ismael adalah anak-anak Abraham, mereka bersaudara tetapi lain ibu. Maka bangsa Israel dan Palestina adalah bersaudara, Tuhan tidak ingin  mereka bermusuhan apalagi saling berperang. DEMIKIAN TUHAN KEHENDAKI AGAR UMAT ISLAM DAN KRISTEN JUGA TIDAK SALING BERMUSUHAN APALAGI SALING MEMUSNAHKAN.

HATI-HATI DENGAN KENIKMATAN DUNIA
Tuhan berbicara kepada saya “Barangsiapa mengasihi dunia dan kenikmatannya (uang, pekerjaan, jabatan, mobil, rumah, motor, senang berbelanja / shoping , senang jalan-jalan, senang makan enak, senang minum sprite, fanta, sampai sulit memberikan persembahan, sulit menyumbang untuk pelayanan Tuhan) maka pada saat AKU datang nanti menjemput umatKU (pengangkatan orang-orang percaya  I Tesalonika 4:15-18), ia akan tertinggal di dunia, sebab ia lebih mengasihi dunia daripada AKU.    ( I Yohanes  2 : 15-17)
Tuhan meminta saya segera menyampaikan pesan ini kepada semua orang sebelum terlambat sebab setan akan membuat semua orang terikat dengan kesenangan dunia dan tidak mau lagi melepaskan diri dari kesenangan itu sehingga menomorduakan Tuhan bahkan meninggalkan Tuhan, karena lebih memilih dunia dan kenikmatannya.   Beberapa anak Tuhan, karena terus dengan mudah mendapatkan uang di tempatnya bekerja,  akhirnya mereka terikat dengannya dan  bersedia menjadi istri kesekian dari seorang pejabat, hanya untuk mendapatkan kekayaan dunia.  Banyak orang saat ini, dengan banyaknya uang mereka, mereka menjadwalkan untuk setiap tahun sekali bersama keluarga pergi mengunjungi kota atau negara lain. Selain untuk bersenang-senang, mereka juga akan dipuji orang, dan kebiasaan ini mengikat mereka sehingga mereka tidak lagi dapat memberi bagi pelayanan Tuhan, tidak dapat menolong sesama mereka yang menderita, terlalu sibuk bekerja mencari uang sampai tidak ada waktu terlibat pelayanan, tetapi mereka terus saja menabung, menabung dan menabung agar dapat terus mengunjungi kota atau negara  lain. ini contoh keterikatan dengan kesenangan dunia.

Tuhan mengingatkan saya bahwa orang-orang percaya (anak Tuhan) seperti petugas pemadam kebakaran, kalau mereka bergerak lambat, banyak korban akan mati terbakar.  Jika orang-orang percaya  terlambat datang memperingatkan orang-orang yang tersesat / yang terikat dengan kesenangan dunia, maka bisa terlambat dan mereka bisa binasa dalam api neraka karena kenikmatan dunia itu.  Seorang ibu bersaksi kepada saya bahwa pada suatu hari, di rumah mereka, mereka menemukan bahwa semut-semut telah mengerumuni gula di dalam toples dan waktu ibu ini memindahkan toples gula itu ke atas kompor yang sedang menyala, agar semut-semut itu kepanasan dan meninggalkan toples, kemudian ibu ini melihat bahwa semut-semut itu dengan maksud untuk  menyelamatkan diri, mereka melompat dari toples dan masuk ke dalam api. Roh Kudus berbicara kepada mereka bahwa gula adalah kenikmatan dunia dan semut-semut adalah manusia-manusia yang ditarik untuk menikmati kenikmatan dunia itu. Maka anak-anak Tuhan lainnya harus cepat mencari dan mengingatkan jiwa-jiwa yang sedang atau akan terperangkap dalam kenikmatan dunia ini, kalau terlambat mereka akan binasa dalam api neraka karena tidak dapat lagi melepaskan diri dari kesenangan dan kenikmatan dunia.  Kesenangan dunia diantaranya adalah bermain judi / kartu sampai tidak dapat pergi ibadah hari Minggu, selalu membeli shio dan tidak dapat melepaskan diri lagi, senang berbelanja, terikat dengan makanan enak, senang minum Fanta (minuman dingin) sampai setiap hari harus meminumnya, senang minum minuman keras, maka janganlah kita sampai terikat dengannya. Setan akan memberi uang yang banyak, mobil mewah, jabatan, perjalanan dinas dan tinggal di hotel mewah, dll, sehingga orang melupakan Tuhan karena memilih kesenangan dunia.  Akhirnya mereka memilih terlibat korupsi untuk dapat membeli kesenangan dunia itu.
Lihat, toko-toko baru , tempat-tempat usaha baru (besar atau kecil) telah ada di mana-mana. Setan akan memakainya juga, untuk membuat semua orang sibuk mencari uang dan bukan mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan Yesus, apalagi untuk mencari jiwa bagi Tuhan. Ada cerita seorang pendeta, ia mendatangi toko milik seorang jemaat. Tetapi begitu banyaknya orang berbelanja sampai pendeta ini harus antri untuk membayar belanjaannya cukup lama. Setelah akhirnya pendeta ini berdiri di depan jemaat (yang adalah pemilik toko itu) untuk membayar belanjaannya, pendeta bertanya “Kalau pembeli begini banyaknya, apakah bapak ada waktu untuk beribadah?”  Jemaat ini menjawab “Wah...bapak, boro-boro pergi ibadah, buang air kecil saja ditahan-tahan”.  Ini juga adalah contoh anak Tuhan yang mencari uang sampai tidak dapat pergi ibadah. Ia terikat dengan uang dan hartanya.

Apakah sdr dengan terikat dengan sesuatu hal duniawi yang menyebabkan Tuhan dinomorduakan? Jika ya...segeralah ubah diri sehingga sdr tidak terikat dengan hal duniawi itu dan tidak dapat lagi melepaskan diri sampai akhirnya binasa dalam neraka.
Janganlah kamu mengasihi dunia dengan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia maka kasih akan BAPA tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup bukanlah berasal dari BAPA tetapi  dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup untuk selama-lamanya ( 1 Yohanes 2 : 15 – 17 )

ANAK BUNGSU YANG TERHILANG    (Lukas 15 : 11 – 32)
Saya menonton acara “Menikmati Hidup Sehari-Hari” di Uchannel oleh Rev. Joice Meyer. Di situ ditunjukkan orang-orang Etiopia yang kelaparan dan sedang meminta-minta, Tuhan berbicara kepada saya , “Mereka adalah anak bungsu yang sudah pergi jauh dari Rumah Bapa. Mereka harus dibawa kembali.” Mereka sudah hidup bersenang-senang dalam dosa dan sekarang mereka kelaparan. Tuhan sedang menunggu mereka dengan cemas, kapan mereka kembali. Tuhan berbicara kepada saya, “Banyak anak bungsu yang sudah kembali tetapi mereka takut masuk ke rumah Bapa karena merasa tidak layak.”  Siapapun yang merasa berdosa tetapi mau bertobat, Tuhan menunggu kalian. Ia tidak akan pernah menolak siapapun yang datang kepadaNya, sebesar apapun dosa yang telah sdr buat.  Tuhan akan menyambut semua anak-anakNYA yang kembali kepadaNYA (bertobat dari dosanya) seperti bapa menyambut anak bungsunya pada cerita ini. Kita bersyukur mempunyai Bapa yang sangat baik.
Orang Etiopia adalah ras Negroid sama dengan orang Papua. Saya merasa Tuhan berbicara kepada saya tentang orang Etiopia juga dimaksudkan untuk orang Papua karena  kita melihat sekarang bahwa orang Papua sudah tidak takut Tuhan, mereka bersenang-senang dengan dunia dan dosa (korupsi, beristri lebih dari satu, perselingkuhan, perzinahan, dll) , mereka pergi jauh dari Tuhan, Bapa mereka.  Tuhan sedang menunggu Papua kembali kepadaNYA.  Seperti anak bungsu kembali ke rumah bapanya (Lukas 15:11-32).  Ini adalah tugas gereja di akhir zaman untuk membawa Papua kembali kepada Tuhan.
Saya membaca kitab II Timotius 2 : 9,10, dikatakan bahwa rasul Paulus rela menderita dipenjarakan, dianiaya karena Injil agar orang-orang pilihan Allah  menerima Injil itu dan mendapat keselamatan. Saya kemudian berpikir, ‘Itulah tugas rasul Paulus pada saat itu, membawa Injil kepada mereka yang belum mengenal Allah yang benar. Kalau sekarang tugas saya apa ya? Sebab orang-orang Papua sudah mengenal Tuhan sejak tahun 1855, ketika Ottow dan Geisller membawa Injil masuk ke Papua?’.  Tuhan kemudian berbicara kepada saya   Tugasmu dan  semua anak-anak Tuhan di Papua adalah membawa kembali Papua kepadaKU, karena orang-orang Papua adalah anak bungsu yang telah mengenal Tuhan Yesus Kristus, tetapi pergi meninggalkanNYA untuk bersenang-senang dengan dunia”. Papua adalah anak bungsu yang terhilang seperti dalam cerita Alkitab. Mereka telah mengenal Injil sejak tahun 1855 sejak Ottow dan Geissler membawa Injil ke Papua. Jadi orang Papua sudah tinggal bersama Tuhan, BAPA mereka di dalam rumah BAPA. Tetapi kemudian seperti anak bungsu, orang Papua kemudian pergi meninggalkan rumah BAPA dan bersenang-senang dengan dosa dan dunia. TUHAN KEHENDAKI AGAR PAPUA DIBAWA KEMBALI KE RUMAH BAPA, SEBELUM TUHAN YESUS DATANG KEMBALI..
Tuhan bukan hanya mengasihi orang Papua atau orang Etiopia saja tetapi Tuhan mengasihi semua bangsa di dunia karena mereka adalah ciptaanNya, yang telah IA tebus dengan DarahNya sendiri.
Saudara yang telah pergi jauh bersenang-senang dalam dosa, kembalilah dan bertobatlah sebab Tuhan Yesus menunggu kalian. Tuhan Yesus rela mati mengerikan di kayu salib agar kalian tidak masuk neraka sebab Tuhan tahu neraka sangat mengerikan dan memang diciptakan bagi setan-setan.

Dan sdr yang saat ini telah memilih hidup dengan baik sesuai Firman Tuhan, kita adalah anak sulung yang sedang tinggal di dalam rumah BAPA, menikmati berkat-berkat BAPA.  Janganlah kita seperti anak sulung dalam cerita Alkitab, yang tidak lagi peduli dengan sdr-nya yang terhilang.  Ia tidak memperhatikan kesedihan bapanya yang terus mengingat adik bungsunya yang pergi entah ke mana.  Kalau anak sulung ini mengasihi bapanya, pasti ia mengetahui bahwa bapanya sedih dan ia akan segera pergi mencari adik bungsunya. Tetapi tidaklah demikian.  Kita dapat pelajari sifat  anak sulung ini, janganlah kita menjadi sepertinya,  kita harus sadar bahwa ALLAH BAPA kita sedang sedih melihat banyaknya manusia terhilang dan tersesat dan jika kita mengasihi TUHAN, BAPA kita maka kita pasti keluar mencari jiwa-jiwa terhilang ini dan semampu kita berusaha membawa mereka kembali ke jalan benar.   Sdr lihat bagaimana nasib anak sulung dalam cerita Alkitab?  Akhirnya ketika adik bungsunya kembali ke rumah bapanya, justru anak sulung yang marah dan tidak mau mengikuti pesta yang dibuat bapanya untuk menyambut adik bungsunya. Itulah nasib  kita yang tidak mau mengasihi jiwa-jiwa terhilang dan membiarkan mereka maka kita pun akan terhilang dan tidak ikut dalam pesta perjamuan yang dibuat ALLAH BAPA kita di akhir zaman nanti.  APAKAH SDR SETELAH MEMBACA PESAN TUHAN INI, MASIH TETAP DUDUK DIAM DI RUMAH DAN TIDAK KELUAR MENCARI MEREKA YANG MASIH TERSESAT?  Sdr membiarkan mereka terhilang, berarti sdr juga akan terhilang.
Tuhan memberitahu saya bahwa tugas mencari jiwa tersesat dan terhilang, itu adalah tugas utama setiap anak Tuhan, yang harus kita lakukan segera dari sekarang, sampai Tuhan Yesus datang nanti. 
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia iangin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya (Lukas 15 : 13,14,16)

GOLIAT DALAM HIDUPMU   (I Samuel 17 : 12 – 39)
Goliat itu dengan tubuh besar, tinggi, dengan peralatan berperang yang lengkap, dan ia memiliki banyak pengalaman dalam berperang. Iblis meneriakkan semua kelebihan Goliat ini di dalam pikiran tentara-tentara Israel dan tentara Israel lebih percaya perkataan iblis ini dibandingkan kekuatan Tuhan mereka yang dahsyat.  Mereka memakai mata mereka untuk melihat bahwa Goliat besar dan kuat, mereka memakai telinga mereka untuk mendengar hinaan Goliat dan mereka ketakutan. Mereka lupa bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang dahsyat, sehingga mereka sebenarnya tidak perlu takut.
Goliat dikatakan dalam Alkitab selalu maju ke depan untuk menantang tentara Israel setiap pagi dan petang. Setiap hari ia melakukan hal ini selama 40 hari (I Samuel 17:16). Ia tidak berperang atau menyerang, hanya menghina dan merendahkan tentara Israel, tetapi lihatlah, hanya dengan melihat goliat ini setiap hari, mendengar hinaannya, tentara Israel gementar. (Saat itu Israel dipimpin oleh Saul, sebagai raja Israel yang pertama. Dan Saul juga takut untuk maju. Di sini kita melihat, sangatlah penting memiliki pemimpin yang berani).
Setan akan memakai cara ini untuk melemahkan iman anak-anak Tuhan, musuh kita akan selalu menghina, mengancam kita tidak henti-hentinya sehingga iman kita lemah dan kita takut, kita lupa Tuhan kita adalah pengendali alam semesta.

Percaya kepada Tuhan adalah percaya dengan iman, bukan dengan apa yang dilihat atau di dengar.
Datanglah Daud yang dipandang sebelah mata oleh keluarganya tetapi memiliki iman besar kepada Tuhan dan dengan imannya ia mengalahkan Goliat. Daud tidak memakai perlengkapan perang, ia memakai pakaian gembala, ia maju melawan Goliat hanya dengan batu dan umban, ia tidak berpengalaman dalam berperang. Dalam segala sesuatu dalam pandangan manusia, Daud bukan apa-apa (ia juga dipandang sebelah mata oleh keluarganya) tetapi ia mengasihi Tuhan dan tahu bahwa ia punya Tuhan yang dahsyat. Ia mengalahkan Goliat hanya dengan percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan orang-orang yang menghina namaNya (umatNya)  bersorak-sorak menang, mereka akan Tuhan kalahkan. Tetapi Tuhan tidak akan mengalahkan Goliat begitu saja, sementara umat Tuhan sedang diam ketakutan karena tidak beriman. Tuhan menunggu umatNya berani dan dengan iman mulai maju melawan, seperti Daud, dengan iman itu Tuhan akan memberi kemenangan kepada mereka.

Saya membaca buku-buku rohani yang menceritakan bahwa Daud adalah seorang gembala domba. Dan ia sangat pandai bermain kecapi. Ia selalu bernyanyi puji-pujian kepada Tuhan, sambil bermain kecapinya, selama ia menggembalakan kambing dombanya. Lagu puji-pujian kepada Tuhan, itulah yang selalu memenuhi pikirannya sepanjang hari sehingga tidak ada pikiran negatif yang dapat memenuhi pikiran Daud. Pikiran-pikiran negatif itulah yang akan melemahkan iman kita. Daud tidak memberikan tempat kepada pikiran negatif sebab sepanjang hari ia bernyanyi memuji Tuhan dengan kecapinya. Hasilnya, imannya kuat. Ketika menghadapi singa atau beruang yang datang untuk memangsa domba peliharaannya, ia maju dan mengalahkan singa dan beruang itu. Maka ketika semua tentara Israel ketakutan menghadapi Goliat, Daud berani maju menghadapi dan mengalahkan Goliat, dengan imannya. Sangat penting kita menjaga pikiran kita dari pikiran-pikiran negatif dan menggantinya dengan puji-pujian kepada Tuhan, sehingga iman kita kuat dalam menghadapi apapun masalah hidup kita.

Setiap hal yang membuat kita ketakutan dan melemahkan iman kita adalah Goliat itu, kita harus melawannya dengan iman yang teguh dan kita pasti memperoleh kemenangan sebab Tuhan kita adalah Allah yang dahsyat, pencipta dan pengendali seluruh alam semesta.  Misalnya jika kita selalu  takut berdiri di depan banyak orang untuk bersaksi dalam ibadah, itulah Goliat yang harus dikalahkan. Jika kita merasa kurang mampu dalam pelajaran, itu adalah Goliat yang harus dikalahkan dengan iman. Jika teman-temanmu  menghina engkau terus-menerus, mereka sama dengan Goliat yang dipakai kuasa gelap untuk menindas bangsa Israel, bangsa pilihan Allah. Allah tidak akan membiarkan anak-anakNya dikalahkan anak-anak setan, sebab anak-anak Allah membawa nama Allah. Tuhan Allah akan mengalahkan musuh-musuh mereka, ASALKAN MEREKA BERIMAN DAN BERANI MENGHADAPI DAN MENGALAHKAN MUSUHNYA.
Goliat yang harus kita kalahkan dapat berupa sakit-penyakit, ketakutan, kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, dsb.  Jika semua ini melemahkan imanmu, segera maju dan kalahkan dengan iman!   Jika Goliat itu adalah sakit-penyakit, sdr boleh melihat keadaan tubuh sdr saat itu dengan segala tanda penyakit dan orang katakan bahwa sdr tidak dapat disembuhkan,  ingatlah cerita Goliat ini.  Goliat = penyakit yang hendak kalahkan sdr.  Maka sdr harus melihat kepada Tuhan saja yang dapat menyembuhkan segala penyakit dan dengan iman lakukan perlawanan terhadap penyakit itu. Pergilah berobat atau cari pengobatan herbal, cari dukungan doa dari hamba-hamba Tuhan dan terus beriman bahwa sdr pasti disembuhkan. Iman sdr yang akan menggerakkan Tuhan menyembuhkan sdr.  Senjata sdr hadapi penyakit (Goliat) adalah obat / ramuan herbal dll, dan dengan iman sdr, maka Tuhan yang akan berikan kesembuhan kepada sdr.  Seperti Daud, ia hanya memakai senjata yaitu batu kali dan umban, tetapi karena imannya kepada Tuhan maka Tuhan memakai batu itu melumpuhkan Goliat.  Jadi dalam menghadapi masalah apapun yang terlihat besar seperti Goliat, maka lihatlah kepada Tuhan dan majulah melawannya dengan memakai segala cara yang sdr dapat tempuh.  Sdr dapat memakai cerita ini juga untuk menghadapi masalah-masalah sdr lainnya.  Tetapi harus diingat, bagaimana supaya kita memiliki iman yang besar seperti Daud?  Yaitu dengan memenuhi pikiran dan hati kita dengan nyanyian dan ucapan puji-pujian kepada Tuhan.  Jagalah pikiran dengan benar, sebab apa yang memenuhi pikiran kita setiap hari, itulah kehidupan kita sekarang dan hari ke depan.

BUANG PIKIRAN SAMPAH  (Filipi  4 : 8)
Tuhan berbicara, “Iblis menaruh banyak pikiran sampah dalam pikiranmu. Pikiran sampah harus dibuang, kalau tidak akan menjadi racun dan dapat membunuhmu.” Sampah jika dibiarkan menumpuk akan menjadi racun dan membunuh orang-orang disekitarnya. Demikian pikiran sampah yang dibiarkan saja akan membunuh kita. Jagalah pikiranmu bersih, jika ada sampah yang masuk, mungkin kita mendengar gosip, mendengar hinaan orang, berita-berita negatif di TV, cerita negatif dari orang, kemudian iblis menaruh kekuatiran dalam pikiran kita maka segera ganti pikiran yang tidak benar sesuai dengan Firman Tuhan.  Maka pikiran kita tetap kita jaga bersih dari pikiran sampah. Misalkan kita sedang mencari pekerjaan dan kita mendengar cerita orang-orang bahwa saat ini keadaan sulit maka akan sulit pula mendapatkan pekerjaan. Kita yang mendengarkan berita seperti ini akan cemas ‘lalu bagaimana saya bisa membantu orangtua menghidupkan keluarga? Kalau saya akan kesulitan mendapatkan pekerjaan?’.  Ubah pikiran ini sesuai Firman Tuhan “Sesungguhnya, AKUlah Tuhan, Allah segala makhluk ; adakah sesuatu apapun yang mustahil untukKU?” (Yeremia 32 : 7), percayai / imani Firman Tuhan ini dan tetaplah berusaha maka akan terjadi sesuai dengan iman kita “Jadilah kepadamu menurut imanmu” (Matius 9 : 29).

Tuhan berbicara kepada saya, “Jika AKU menaruhmu di dekat sampah....  Saya berpikir, saya pasti akan keracunan dan sakit sampai meninggal dunia kalau Tuhan menaruh saya di dekat sampah. Apalagi kalau sampah ini ada di dalam pikiran saya, berarti di dalam tubuh saya, saya lebih cepat keracunan. Salah satu contoh pikiran sampah adalah kekuatiran, ketakutan, memikirkan terus hinaan orang atau kejadian buruk yang dialami, terus memikirkan keburukan orang lain, tidak percaya kepada penyertaan Tuhan, pikiran cabul, dll. Jangan biarkan pikiran ini terus ada di dalam pikiran kita, harus dibuang dan gantikan dengan kebenaran Firman Tuhan.  Jika kita dihina dan direndahkan orang, jangan terus dipikirkan tetapi gantilah pikiran kita sesuai Firman Tuhan. Kita tahu bahwa teko (tempat kita mengisi air untuk diminum) hanya menuangkan isinya saja, demikian orang yang menghina kita sebenarnya hanya menuangkan isi hatinya saja. Apa yang ia hinakan, sebenarnya dirinya juga seperti itu. Dia katakan kita bodoh, maka kita akan melihat bahwa ia sebenarnya sedang mengatakan dirinya sendiri. Jadi menghadapi hinaan orang itu, kita dapat tenang saja.

Saya pernah bermimpi melihat tentara-tentara yang sedang berperang, ada yang sedang menelungkup (tiarap) di jalanan dan saya lihat ada seorang tentara yang terkena tembakan,  lubang besar terlihat di kepala belakangnya. Saya berdoa untuk mengetahui arti mimpi itu. Besok malamnya, saya di serang setan pada pikiran dan saya menjadi kacau sekali. Hari berikutnya, saya membaca buku renungan Harian Kemenangan tentang bagaimana memakai senjata rohani dalam melawan setan, salah satunya ketopong keselamatan, yaitu pelindung yang dipakai untuk melindungi kepala (Efesus 6 : 10 - 20 tentang Perlengkapan Rohani) .  Saya di sadarkan Tuhan bahwa jika saya tidak menjaga pikiran saya dengan benar (hanya memikirkan hal yang benar), saya tidak memakai ketopong keselamatan untuk menjaga pikiran saya, saya akan diserang setan seperti tentara itu, di tembak di kepala belakang. Tentara yang tertembak itu bisa mati, begitu juga saya. Tuhan sedang mengajarkan saya bahwa kalau saya dan orang-orang percaya lain tidak menjaga pikiran sesuai Firman Tuhan (kita selalu berpikir tidak benar) artinya saya tidak memakai ketopong keselamatan, maka jika saya ditembak / diserang setan pada pikiran akan menjadi sangat kacau, gila bahkan meninggal dunia. Apalagi di akhir zaman ini, kita akan menemukan banyak kuasa okultisme (santet, pelet), dimana ada yang menyerang pikiran. Jika kita selalu berpikir tidak benar (benci, iri, merencanakan kejahatan, kemarahan, dendam, dll) dan kita yang disantet pada pikiran, kita dapat celaka bahkan meninggal dunia.  Sangat penting menjaga pikiran yaitu berpikir sesuai Firman Tuhan.

Jika kita selalu memasukkan pikiran negatif dalam pikiran, kita bisa mengambil tindakan salah, misalnya bunuh diri, mencelakakan diri dengan berbagai cara. Misalkan kita senang membaca majalah MISTERI, majalah horor, majalah gosip artis, atau browsing  berita-berita semacam itu, atau nonton Youtube yang isinya gosip dan berita-berita negatif maka hanya yang negatif itulah yang memenuhi pikiran kita. Apa yang memenuhi pikiran kita, maka itulah yang akan kendalikan hidup kita. Jadi hidup kita akan menuju ke sana. Jika kita sering membaca buku MISTERI atau buku-buku horor, kita juga akan mendapat banyak gangguan kuasa setan, bahkan kita sendiri akhirnya mempercayai kuasa okultisme (memakai jimat) untuk  menjaga hidup kita, membuat kita sukses, dll.

Jika ada kejuaraan kota terbersih maka kota yang sudah dibersihkan paling bersih yang akan menjadi juaranya. Demikian pikiran, jika kita mau menjadi juara / pemenang dalam hidup, maka pikiran kita harus bersih. Anak-anak Tuhan yang menjadi pemenang hidup (mereka sukses dalam hidup bersama dengan Tuhan) biasanya mereka adalah orang yang selalu disiplin menjaga dengan ketat segala apa yang mereka pikirkan, hanya yang sesuai Firman Tuhan yang mereka pikirkan dan itulah yang akhrinya mempengaruhi hidup mereka. Segala pikiran sampah mereka buang dan tidak dipikirkan. Tanyakan orang-orang sukses, mereka akan katakan bahwa salah satu kunci kesuksesan mereka adalah SELALU BERPIKIR POSITIF dan membuang segala PIKIRAN PESIMIS DAN PIKIRAN NEGATIF LAINNYA.

Pikiran manusia terbagi dua, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar adalah pikiran yang kita pakai untuk berpikir setiap hari dan kita sadari itu. Pikiran bawah sadar adalah pikiran yang tidak kita sadari tetapi ada di alam bawah sadar kita. Jika sejak kecil kita sering diperlakukan dengan kasar oleh orang-orang sekitar kita, kita akan merasa diri tidak berharga, hidup ini menyedihkan, dan semua kesan itu akan tersimpan di alam bawah sadar kita. Walaupun setelah dewasa, kita berusaha keras untuk sukses, akan banyak halangan karena kesan negatif yang masih tersimpan di alam bawah sadar akan menghalangi usaha kita untuk sukses. Tuhan mengingatkan saya bahwa selain kita berusaha membersihkan pikiran sadar kita dari pikiran sampah yang tidak perlu dipikirkan, kita juga harus membersihkan pikiran bawah sadar. Salah satunya dengan cara selalu mendengarkan dan mengatakan kebenaran Firman Tuhan, setiap hari. Kita dapat juga meminta pertolongan psikolog untuk menolong kita agar dapat membersihkan alam bawah sadar kita. Silahkan sdr pelajari tentang keberadaan alam bawah sadar. Dapat dipelajari lewat internet, misalkan di youtube. Salah satunya yang baik untuk dipelajari adalah channel “Kuliah Psikologi” oleh bapak Dedy Susanto, dapat ditonton di youtube. Di sini banyak diajarkan tentang kekuatan alam bawah sadar dalam mempengaruhi kehidupan kita. Tetapi kita harus hati-hati juga terhadap ajaran-ajaran yang salah/sesat.

Pikiran kita harus bersih, seleksi setiap hal yang kita dengar, lihat, pikir, hanya yang baik yang kita simpan. Isi pikiran kita dengan Firman Tuhan.
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semua itu.   (Filipi  4 : 8.)

MENJADI SEMPURNA  (Matius 5 : 48)
Saya pernah dianiaya kuasa kegelapan, ia sangat menekan pikiran saya sampai saya tidak tahan dan marah-marah dan bersungut kepada Tuhan. Saya mendengar Tuhan berbicara, “Engkau tidak dapat menjadi sempurna.” Saya kemudian minta ampun karena sudah marah-marah. Saya bergumul tentang ‘menjadi sempurna’ , apakah manusia di dalam dunia ini bisa sempurna ? Bukankah di dalam surga barulah segala sesuatu sempurna ? Tuhan menunjukkan kepada saya beberapa ayat tentang ‘menjadi sempurna’ salah satunya adalah Yakobus 1 : 3,4.
Beberapa bulan kemudian saya bertanya, ‘Tuhan, apakah saya tidak bisa sempurna, karena saya suka marah-marah ketika menghadapi masalah ?’ Jawab Tuhan, “Barangsiapa memikul salibKu, janganlah ia bersungut-sungut, ‘Aduh…berat…’ ‘ aduh…capek..’ aduh…sengsara sekali ikut Tuhan Yesus dll. Ikutlah jejak Tuhan Yesus, Ia memikul salib tanpa bersungut, Ia setia pada Allah dan pada kita manusia sampai di atas bukit Golgota. Kita pun harus setia kepada Dia di dalam aniaya apapun. Hanya umat Tuhan yang sempurna yang dapat ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya nanti. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus, umat percaya akan diuji dan dimurnikan dengan berbagai kesusahan, sehingga kita benar-benar murni seperti emas 24 karat, menjadi sempurna untuk siap menanti kedatangan Tuhan Yesus dan siap ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya.
Ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan kehendaki kita menjadi sempurna :
“Sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun”  (Yakobus 1 : 3,4)

Dalam semua permasalahan hidup yang kita hadapi, kita sedang dididik dan dibentuk Tuhan menjadi sempurna, sama dengan Tuhan Yesus. Kita sedang dilatih memiliki buah-buah roh (Galatia 5 : 22) yaitu Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesetiaan, kesabaran, kelemahlembutan, penguasaan diri, dst.  Inilah karakter Kristus dan dengan memilikinya, kita akan dapat bertahan dalam tekanan dunia ini sampai Tuhan Yesus datang kembali. JADI JANGAN BERSUNGUT DALAM PERGUMULAN HIDUP. TAATLAH UNTUK DIBENTUK TUHAN MELALUINYA.
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”    Matius 5 : 48

MENARA BABEL   (Kejadian 11 : 1-9)
Tuhan berbicara kepada saya, “Kalau semua orang pulang ke kampung asalnya masing-masing untuk membangun tempatnya sendiri, lama-lama mereka akan membangun menara Babel (mencari nama). Sebab menara Babel dimulai dari satu bahasa dan satu logat. Dalam cerita menara Babel, karena mereka semua satu bahasa dan satu logat, mereka berencana membangun sebuah menara yang mencapai langit untuk mencari nama, lihat bagaimana Tuhan kacaukan mereka dan hamburkan mereka ke mana-mana. Ada orang yang mengatakan “Mengapa semua orang, yang pintar-pintar tidak pulang saja untuk membangun kampungnya sendiri-sendiri, mengapa sengsara-sengsara tinggal merantau di tanah orang” atau ada yang mengatakan “Kamu punya kampung asal sendiri, pulang bangun kampung itu saja, kenapa tinggal di sini”  Akhirnya terjadi saling mengusir antar suku. Tuhan tidak ingin kalau semua orang berkumpul di daerah/kampung mereka sendiri, dimana semua memiliki bahasa dan logat yang sama, maka mereka dapat mengulang peristiwa menara Babel, yaitu mencari nama masing-masing suku dan Tuhan membenci itu. Sebenarnya Tuhan kehendaki kita tidak membedakan antar suku sebab kita semua adalah anak Adam dan Hawa, sehingga IA membawa suku-suku lain untuk merantau dan tinggal di daerah lain. Kadang Tuhan menaruh dalam hati seseorang keinginan untuk merantau ke suatu tempat dan meninggalkan daerah asalnya, karena Tuhan mempunyai maksud memakai orang itu di tempat  dimana ia merantau. Janganlah kita saling mengusir antar suku. 
Di mana semua orang hidup saling menerima satu dengan lain, di situ akan terjadi pembangunan yang cepat sebab berkat Tuhan ada atas tempat itu. Tetapi jika suatu tempat, orang saling mengusir antar suku maka tempat itu tidak akan dapat membangun dengan baik sebab Tuhan tidak akan memberkati suatu tempat dimana mereka mau membangunnya sendiri dan mengusir suku-suku lain.  Suatu gereja/jemaat dimana mereka menolak menerima suku-suku lainnya dan mau berjemaat dengan suku mereka sendiri, gereja itu tidak akan diberkati Tuhan. Tuhan berbicara kepada saya Di Surga, semua suku dari seluruh dunia akan dan harus hidup bersama sebagai satu keluarga. Maka jika engkau tidak mau hidup bersama dengan suku-suku lain, engkau tidak dapat masuk Surga.  Karena itu Tuhan mengajar dan membiasakan kita hidup bersama dengan suku-suku lain selama kita di bumi karena nanti di Surga, kita akan hidup bersama juga dengan semua suku dari seluruh dunia. Adalah pekerjaan setan yang membuat kita saling membenci dan saling mengusir diantara suku-suku, terutama suku asli dan pendatang. Setan yang menyebabkan perpecahan. Suatu persekutuan daerah, jangan sampai membangun menara babel (mencari nama). Dengan memperkuat persekutuan daerah mereka, mendirikan ini itu, melakukan macam-macam kegiatan dan tanpa sadar atau dengan sadar mereka sedang mencari nama, sehingga orang memuji mereka “Kami suku A paling pintar” atau “Kami suku B hebat-hebat”. Biarlah hanya Tuhan yang dimuliakan.
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah  (Efesus 2 : 19)

MELATIH IMAN   (Matius 25 : 1-13)
Tuhan berbicara bahwa berlatih untuk memakai iman dalam hidup seperti belajar naik sepeda. Pertama kali masih terjatuh-jatuh tetapi jika kita tidak menyerah dan terus berlatih dan lebih sering berlatih maka akan bisa, sekali mulai mengayuh pedal sepeda itu, kita tidak akan terjatuh sampai tiba di tujuan.
Kita juga harus olahraga iman supaya iman kita kuat, seperti olahraga fisik agar fisik/tubuh kuat. Seperti melatih tubuh kita (olahraga), harus dilakukan terus-menerus agar tubuh kita terbentuk dengan baik, kekar dan kuat, demikian melatih iman, kita harus terus melatihnya supaya iman kita kuat.
Mengapa kita harus terus melatih iman?  Sebab untuk dapat menanti kedatangan Tuhan Yesus akan diperlukan iman yang besar dan kuat. Keadaan menjelang kedatangan Tuhan akan semakin sulit, tanpa iman yang kuat, kita akan kalah dan bisa-bisa tidak mampu bertahan setia sampai Tuhan Yesus datang menjemput kita, karena kita sudah jatuh dalam dosa dengan semua tekanan hidup yang kita hadapi.

Kita membaca Matius 25 : 1 – 13 , terdapat 5 gadis yang pandai dan 5 gadis bodoh. Lima gadis pandai, mereka mempersiapkan minyak lebih dalam buli-buli, untuk pelita mereka. Mereka mengantisipasi jangan sampai mempelai laki-laki datang terlambat dan minyak dalam pelita mereka tidak cukup dan pelita akan padam.  Minyak = iman.  Pelita = hidup kita.  Kita sebagai jemaat milik Tuhan Yesus, harus seperti 5 gadis pandai yang mau mempersiapkan iman kita. Kita mau melatih iman kita sehingga bertumbuh semakin kuat di dalam Tuhan. Iman kita harus besar dan kuat serta berakar di dalam Tuhan, untuk dapat tetap berjalan pada jalan benar, terus setia bertahan sampai Tuhan Yesus, Mempelai Laki-Laki datang kembali. Pelita hidup kita harus tetap menyala sampai Tuhan Yesus datang, artinya kita harus tetap dapat menjadi terang bagi dunia sampai Tuhan datang kembali. Jangan sampai menjadi gelap bersama dunia.

Lima gadis bodoh juga sama-sama menunggu mempelai laki-laki, tetapi mereka menunggu dengan santai, tidak mempersiapkan diri dengan baik. Mereka tidak membawa minyak lebih, hanya yang ada di dalam pelita yang mereka bawa. Ketika mempelai laki-laki datang terlambat, minyak dalam pelita itu habis dan pelita mereka padam.  Ini adalah perumpamaan orang-orang Kristen yang sedang menanti kedatangan Tuhan Yesus, Mempelai Laki-Laki, tetapi mereka santai-santai saja, tidak mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, malas-malas. Mereka tidak mempersiapkan dan melatih iman mereka agar lebih kuat. Iman mereka pas-pasan saja. Ketika menanti kedatangan Tuhan Yesus, banyak sekali kesukaran akan muncul, dan dengan iman pas-pasan, mereka tidak mampu bertahan setia kepada Tuhan. Akhirnya pelita mereka padam artinya mereka tidak lagi menjadi terang bagi dunia tetapi akhirnya sama-sama menjadi gelap bersama dengan dunia. Mereka berubah tidak lagi setia kepada Tuhan dan bersama dunia hidup dalam dosa. Kenapa dapat terjadi seperti itu?  Karena iman mereka tidak mereka latih kuat sedari sekarang.

Melalui masalah dan pergumulan hidup kita, sakit-penyakit, aniaya, kesukaran hidup, pemenuhan kebutuhan hidup kita yang semakin sulit, dan masalah hidup lainnya yang harus kita hadapi , kita harus melatih iman kita melalui masalah-masalah itu, sehingga iman kita semakin kuat, dan ketika menunggu kedatangan Tuhan Yesus, kita dapat bertahan. 

Caranya melatih iman yaitu :  1) Dalam kesukaran dan pergumulan hidup, carilah sungguh-sungguh Tuhan dalam doa, penyembahan, carilah kelepasan dan jalan keluar di dalam Tuhan. Tuhan akan membimbing kita melewati pergumulan hidup itu sampai menang atasnya (1 Korintus 10 : 13). Di sini iman kita akan dibentuk menjadi semakin kuat karena kita akan dilatih untuk mempercayai Tuhan. Mulailah taat berdoa setiap hari, mulailah sediakan waktu doa penyembahan dan puasa, maka kita akan bertumbuh melalui pergumulan hidup kita. Semakin kuat iman dan berakar di dalam Tuhan. Mulai bersekutu dengan sdr seiman dan terlibat dalam pelayanan Tuhan. Agar semakin bertumbuh kuat di dalam Tuhan.  2) Dalam pergumulan hidup, jangan suka bersungut dan mengeluh.  Melalui pergumulan hidup, kita dilatih memiliki sikap pantang menyerah, terus berusaha sampai menang atasnya. Banyak hal yang akan Tuhan latih pada kita, melalui pergumulan hidup kita, salah satunya adalah membentuk karakter Kristus di dalam diri kita (Galatia 5 : 22 tentang buah-buah roh). Kita harus mau taat dibentuk, maka masalah itu akan ada jalan keluarnya.

Beberapa tahun terakhir ini, saya mendapat serangan setan begitu keras (inilah tanda kedatangan Tuhan Yesus semakin dekat), tetapi setelah menerima ajaran Tuhan ini, saya belajar untuk bertumbuh melalui masalah ini. Semakin perbanyak waktu doa, penyembahan, membaca Alkitab, juga dengan bimbingan Tuhan, saya melatih buah-buah roh (Galatia 5:22) untuk belajar tetap sabar, setia kepada Tuhan dan pelayanan, tetap memiliki kasih kepada orang-orang yang menganiaya saya, belajar mengendalikan diri dan saya belajar memberikan waktu untuk berdoa dan berpuasa setiap minggu.  Saya juga belajar melatih sikap pantang menyerah, untuk tetap berusaha sampai saya dapat menang atas kuasa setan yang menyerang saya.  Jadi saya belajar untuk bertumbuh dalam iman, dalam karakter, lewat pergumulan hidup saya. Tidak mudah, tetapi itulah yang harus dilakukan jika mau tetap bertahan sampai Tuhan Yesus datang.  Jadilah seperti 5 gadis pandai yaitu melalui pergumulan hidup yang kita hadapi, pakailah itu untuk melatih dan membentuk iman kita semakin kuat. Dan jangan suka mengeluh atau bersungut dalam pergumulan hidup tetapi berusahalah bertumbuh dalam iman , itulah kehendak Tuhan melalui masalah hidup kita.
Saya mendapat banyak serangan setan yang memakai orang-orang menganiaya saya dan Tuhan berbicara “Engkau akan melihat kejahatan semakin bertambah-tambah” ( 2 Timotius 3 : 13 “Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan”). Untuk dapat menghadapi semua tekanan seperti ini di akhir zaman, diperlukan iman yang kuat, maka latihlah sejak sekarang.
Tuhan berbicara kepada saya bahwa jika IA datang agak terlambat, kita semua harus tetap setia dan kuat menanti DIA.  Ingat…dalam perumpamaan 5 gadis pandai dan 5 gadis bodoh, mempelai laki-laki juga datang agak terlambat.

MEMBANGUN DARI EMAS   (I Korintus 3 : 10 – 23)
I  Korintus 3 : 10 – 23  Khusus ayat 12  s.d  15
Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji  oleh api itu.  Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
Tuhan menghendaki pelayan-pelayan jemaat (pendeta, majelis, anak Tuhan yang telah dewasa imannya), harus membangun jemaat dari emas, perak dan batu permata, dan bukan dari kayu, rumput kering atau jerami. 

Emas, perak dan batu permata jika dibakar dalam api akan semakin murni  tetapi kayu, rumput kering dan jerami, jika dibakar dalam api, akan terbakar habis.
Jemaat yang dibangun dari emas, perak, batu permata, jika Tuhan uji dalam api penderitaan, mereka akan dapat bertahan sampai diproses menjadi emas murni, perak dan batu permata yang semakin indah. Tetapi jika jemaat itu dibangun dari kayu, rumput kering atau jerami maka jika Tuhan uji dalam api penderitaan, mereka akan terbakar habis.  Jadi tugas pelayan-pelayan jemaat adalah membentuk jemaat sebagai emas, perak dan batu permata. Artinya jemaat yang sedang menghadapi pergumulan hidup baik berat atau ringan, harus dipimpin, dikuatkan, dibimbing sampai dapat melewati pergumulan hidup mereka sebagai pemenang. Jemaat harus dibimbing agar semakin kuat ketika menghadapi pergumulan hidup. Dimana nanti setelah mereka menang atas pergumulan hidup itu, mereka harus dipimpin untuk mulai terlibat melayani sesama jemaat lainnya, melalui pengalaman mereka. Jadi semua jemaat dapat terus bertumbuh dalam iman dan karakter dan saling mendukung dalam bertumbuh.

Tuhan akan menguji pekerjaan masing-masing pelayanNYA dengan api, jika yang dibangun itu tidak terbakar maka ia akan mendapat upah tetapi jika yang dibangun itu terbakar, ia sendiri akan diselamatkan karena sudah menjalankan tugas pelayanan tetapi ia diselamatkan seperti dari dalam api.
Ayat-ayat dalam Alkitab tentang emas, perak   :
*        TENTANG EMAS DAN PERAK
Amsal 17 : 3       ,      Malekahi 3 : 3         ,      Mazmur   12  :   7
*        TENTANG BATU PERMATA
Zakaria   9  : 16
*        EMAS MURNI BISA BERUBAH    ( Ratapan  4  :  1-2 ),     PERAK BISA BERUBAH TIDAK MURNI LAGI DAN DITOLAK TUHAN   ( Yesaya  1  : 22  dan  Yeremia  6 : 27 )
Manusia yang sudah diproses Tuhan jadi indah seperti emas murni juga dapat berubah setia dan dapat di tolak Tuhan.
*        PELAYAN HARUS BISA MENGUJI JEMAAT, APAKAH MEREKA BENAR EMAS, PERAK , BATU PERMATA ATAU SEBENARNYA MEREKA RUMPUT KERING ATAU JERAMI   ( Yeremia  6  : 27 ). Banyak jemaat jika diberikan nasihat, mereka mengiyakan dan mengaminkan. Kita mengira mereka kuat imannya tetapi ternyata ketika mereka akhirnya kalah menghadapi pergumulan hidup mereka, barulah kita sadar bahwa sebenarnya mereka masih lemah imannya. Memang pelayan jemaat harus terus memantau perkembangan jemaatnya, terutama yang berada dalam masalah atau pergumulan hidup yang berat.
Emas, perak dan batu permata adalah logam mulia.  Jemaat harus dibangun menjadi jemaat dengan hati mulia yang akan dipakai Tuhan untuk tugas-tugas mulia.
Jemaat yang dibangun dari emas, perak dan batu permata adalah jemaat yang dipimpin untuk menyucikan diri dari hal-hal yang jahat. Jemaat yang telah memisahkan diri dari hal-hal jahat dan mau hidup kudus setiap hari, akan dipakai Tuhan untuk tugas-tugas mulia. Seperti dikatakan ayat ini :
                Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah ;  yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir  untuk maksud yang kurang mulia  
Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk pakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia                                                 (  II  Timotius  2 : 20 – 21  )

Jemaat yang dibangun dari emas, perak dan batu permata, sewaktu jemaat itu diuji Tuhan dengan api,  misalnya seperti Ayub, ia tidak akan terbakar habis,  tetapi akan semakin indah, yang kemudian diberkati Tuhan dua kali lipat dari sebelumnya.
Ayub  23  : 10  “Karena IA tahu jalan hidupku ; seandainya IA menguji aku, aku akan timbul seperti emas

JANGAN BERDALIH  (Lukas 14 : 15 – 24)
Saya mengikuti suatu ibadah pada hari Minggu di suatu jemaat. Di akhir ibadah, diberitahukan bahwa akan diadakan KKR pada malam harinya dan semua jemaat diundang. Saya mendengar dalam pikiran saya suara Roh Kudus, “Engkau diundang”. Saya tidak mengerti, karena saya tahu kalau memang kami yang berkunjung juga diundang oleh jemaat.  Pulang gereja, saya berjalan kaki bersama satu ibu yang mengatakan, “Saya tidak bisa datang sebentar malam, saya harus kerja.” Tempat ibu ini bekerja juga buka pada malam hari.

Malam itu di dalam KKR,  di sekitar saya duduk beberapa orang yang cacat fisiknya. Saya baru sadar ketika telah pulang ke rumah dan Roh Kudus membuka mata saya bahwa mereka yang telah diundang ke KKR telah berdalih dan tidak datang, lihatlah Tuhan memanggil orang-orang buta, orang lumpuh, mereka di pinggir-pinggir jalan, orang-orang lain untuk datang ke KKR karena RumahNya harus penuh. “Tetapi pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu”  ( Matius 22 : 9 )

Suatu siang, Tuhan berbicara kepada saya “Jangan berdalih.” Saya tidak mengerti apa maksud Tuhan. Sore harinya yaitu dua jam sebelum ibadah keluarga, datang satu ibu dan bilang kepada mama saya bahwa ia tidak bisa pergi ke ibadah karena satu alasan. Roh Kudus berbicara kepada saya, ”Itu maksud perkataan Tuhan tadi siang, Jangan berdalih.” Ibu ini telah berdalih untuk tidak datang beribadah. Sore hari saya pergi beribadah, hanya sedikit orang yang datang mungkin karena ada gerak jalan dan kegiatan menjelang 17 Agustus 2010.  Roh Kudus kembali mengingatkan saya tentang kata-kata Tuhan tadi siang, “Jangan berdalih untuk datang beribadah” Jangan kecewakan Tuhan sebab Ia yang mengundang kita untuk datang beribadah. Tuhan adalah tuan rumah dalam setiap ibadah. Jika kita tidak datang memenuhi undangan Tuhan, Tuhan sebagai tuan rumah akan kecewa dan akan memanggil orang-orang lain untuk datang agar rumahNYA penuh. Saya pernah mendengar kesaksian seorang ibu, walaupun Ia sakit, ada perjamuan sore itu dan ia bersama suaminya berusaha untuk pergi, ia berkata “Karena menghormati Tuhan, saya dan suami menghadiri perjamuan kudus  Tuhan mengundang semua orang ke perjamuan kudus dan mereka menghormati Tuhan dan memenuhi undangan itu. 
Saya pernah berpikir ‘Hidup dengan menghormati Tuhan itu, pelaksanaannya yang bagaimana?’ Dan lewat kesaksian ini, saya diingatkan Tuhan bahwa inilah salah satu contoh hidup menghormati Tuhan, yaitu ketika ada ibadah Minggu, ibadah keluarga, ibadah Natal dan Tahun Baru, KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), dan ibadah lainnya, kita berusaha agar dapat menghadirinya. Kita datang dengan pakaian yang rapi, bersih, tidak memakai pakaian mini dan terbuka, rambut disisir rapi dan di dalam ruang ibadah kita harus sopan, jangan membuang sampah di dalam ruangan ibadah.  Pada hari Minggu pagi, seisi kota harus tenang, agar semua ibadah di gereja berlangsung dengan baik, setelah itu barulah segala kegiatan hari Minggu itu dapat dilakukan seperti berkeliling ramai dengan kendaraan bermotor, berpiknik, dll. Pada hari-hari besar agama, hendaklah gereja-gereja bersama mengadakan kegiatan untuk merayakannya. Inilah beberapa contoh kita hidup menghormati Tuhan.
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat   ( Ibrani 10 : 25 )

PERUMPAMAAN TENTANG DOMBA YANG HILANG     (Lukas 15 : 1-7)
Seorang gembala mempunyai 100 ekor domba, 1 ekor domba hilang. Gembala itu pergi meninggalkan 99 ekor di padang gurun yang kering untuk mencari 1 ekor yang hilang itu sampai mendapatkannya. Setelah mendapatkannya, ia menggendongnya dan dengan sukacita pergi kepada tetangga-tetangganya dan mengajak mereka bergembira karena 1 domba yang terhilang sudah ditemukan, sedangkan 99 ekor lainnya ditinggal di padang gurun.
Mengapa gembala itu melupakan 99 domba lainnya di gurun kering?  Karena domba-domba itu tidak mau ikut gembala tadi sama-sama mencari 1 domba yang hilang.
99 domba itu adalah gambaran jemaat (kumpulan orang-orang percaya) yang membiarkan Tuhan Yesus mencari jiwa-jiwa yang terhilang dan tidak ikut bersamaNya untuk mencari orang-orang yang sedang tersesat. Akhirnya Tuhan Yesus meninggalkan jemaat seperti itu di gurun kering. Jemaat itu tidak diberkati Tuhan, misalnya dalam keuangan. Mereka hidup di gurun kering dan lama-lama akan mati rohani dan akhirnya mati jasmani.
Setiap jemaat harus giat mendoakan dan mencari jiwa-jiwa yang tersesat di sekelilingnya dan di seluruh tempat yang bisa mereka jangkau.
(Ini khotbah Bpk Pdt Agung dalam seminar KKR tanggal 18-19 Mei 2010 bertempat di gedung gereja Ebenhaeser Ridge Biak.)

Jemaat harus menjaga agar satu pun anggota jemaat jangan sampai hilang, carilah mereka yang sudah jarang datang ke ibadah, saling memperhatikan supaya tahu apa masalah setiap orang dan bawalah jiwa-jiwa baru ke dalam persekutuan.

Dalam cerita “Anak Bungsu yang Terhilang” (Baca Lukas 15:11-32), ketika anak bungsu kembali, bapaknya membuat pesta menyambutnya tetapi anak sulung mengatakan bahwa bapaknya lebih menyayangi anak bungsu daripada dia yang selalu setia bekerja pada bapaknya.
Bapa ini adalah gambaran Allah. Allah tidak  mengasihi satu anak lebih dari yang lain, sama dengan bapa ini juga tidak mengasihi anak bungsunya lebih dari anak sulung, tetapi ia gembira sekali karena anak bungsunya tidak hilang, maka ia membuat pesta. Ia  sangat mengasihi kedua anaknya dan tidak mau satupun hilang.
Ada muncul dalam pikiran saya ‘mengapa bapa ini tidak menyuruh orang memanggil anak sulungnya karena mereka harus bergembira bersama karena saudaranya sudah kembali?’ Berarti bapa ini membiarkan anak sulungnya tetap bekerja di ladang karena ia tahu anak sulungnya itu tidak mengasihi adiknya yang hilang sehingga percuma dipanggil, ia tidak akan mau datang. Kalau ia mengasihinya, ia pasti berusaha mencarinya setelah bertahun-tahun adiknya ini tidak kembali. Dan ternyata ketka anak sulung itu akhirnya pulang dari ladang, memang ia marah-marah kepada bapanya.
Ini perumpamaan bagi orang-orang Kristen yang tidak mengasihi saudara-saudara lainnya yang sedang terhilang (mereka yang selalu mabuk, PSK, penjudi, perampok, koruptor, mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus), orang-orang Kristen ini tidak berusaha mencari mereka dan menolong membawa mereka kembali ke jalan yang benar, tetapi orang Kristen ini mengingat diri sendiri “Yang penting saya ada di jalan benar dan akan masuk surga. Siapa suruh mereka mau terus melakukan dosa begitu, salah sendiri” 
Kita melihat apa yang terjadi dengan anak sulung ini? Dia yang akhirnya karena kemarahannya, tidak mau ikut pesta yang dibuat bapanya artinya orang-orang Kristen ini akhirnya tidak masuk surga. Siapapun yang tidak mengasihi mereka yang terhilang, ia sendiri tidak akan masuk surga.

Kalau kita adalah pengikut Tuhan Yesus Kristus dan kita tahu Tuhan Yesus selama 3 tahun pelayanan di bumi, Tuhan pergi mencari siapa? Tuhan mencari para pemungut cukai, para wanita penghibur dan orang-orang berdosa agar mereka mengenal DIA dan diselamatkan. Maka kita yang mengaku diri pengikut Kristus, kita juga sekarang harus mengikutiNYA mencari mereka yang masih hidup dalam dosa untuk membawa mereka kembali kepada Tuhan Yesus, untuk memperkenalkan Tuhan Yesus kepada mereka. Mereka pasti berubah jika secara pribadi membuka hatinya untuk menerima Tuhan Yesus. Janganlah kita menghakimi mereka, itu hak Tuhan.

Suatu kali dalam seminar KKR yang dilakukan bapak Pdt. Agung di gereja GKI Ebenhaeser Ridge. Diakhir seminar diumumkan bahwa sebentar malam akan diadakan KKR di lapangan Angkasa, semua peserta seminar yang mau membawa saudara, tetangga kompleks, jemaat gerejanya, yang mempunyai rencana akan mengajak banyak orang bersamanya datang ke KKR, silahkan diakhir acara, berkumpul karena akan didoakan secara khusus. Saya kemudian menyewa taxi dan mengajak tetangga dan keluarga kami datang ke KKR malam itu. Saya kemudian berpikir ‘Kalaulah dalam seminar itu diumumkan, siapapun yang datang sendirian, tidak diperbolehkan masuk mengikuti KKR. Semua yang boleh masuk hanyalah yang membawa rombongan teman, tetangga’  Roh Kudus menyadarkan saya bahwa sebenarnya demikian yang terjadi di Surga nanti “Siapapun yang datang ke surga sendirian, tidak boleh masuk, yang boleh masuk yaitu mereka yang datang dengan membawa rombongan”. Artinya selama di bumi mereka telah menolong dan membawa banyak jiwa bertemu Tuhan Yesus dan diselamatkan, mereka ini yang boleh masuk Surga. Yang datang sendirian berarti selama di bumi ia tidak berusaha mencari jiwa bagi Tuhan Yesus, ia mengingat dan mengasihi diri sendiri, yang penting ia sendiri masuk surga. Orang yang mengasihi diri sendiri tidak akan masuk surga.

Saya ingat 1 hal, sebelum kita melayani keluar kepada sesama, kita harus melayani keluarga kita dahulu barulah kita keluar. Jika belum berkeluarga, kita layani dulu orangtua kita di rumah (memasak, mencuci baju mereka, dll) barulah kita pergi melayani sesama. Jika kita sudah berkeluarga, kita harus melayani suami / istri dan anak-anak kita dahulu (memasak, membereskan rumah, menolong anak-anak ketika mengerjakan PR mereka,dll) barulah kita pergi keluar melayani sesama. Jika kita selalu hidup dalam KASIH yaitu mengasihi keluarga dan sesama, maka kita sedang mengenakan 1 persenjataan rohani yaitu mengenakan kasut kerelaan memberitakan Injil Damai Sejahtera, dan kita tidak mudah dicelakakan oleh setan di akhir zaman.
Demikian juga BAPA-mu yang di Sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang. (Matius 18 : 14)

MENGENAKAN SENJATA ALLAH    (Efesus 6 : 10 – 20)
Tuhan berbicara kepada saya “Segera kenakan seluruh perlengkapan perang dalam Efesus 6 : 10-20. Setan telah menyerang dengan kekuatan penuh sebab ia tahu waktunya tinggal sedikit. AKU tidak mau anak-anakKU  kalah melawan setan”.

Ketika kita melakukan seperti diperintahkan dalam Efesus 6 : 10 - 20,  tidak ada celah / pintu bagi setan, antikris, roh jahat untuk masuk ke dalam hidup kita dan mengacaukan hidup kita. Setan dan roh jahat di sini termasuk mantra, santet / soanggi, pelet, guna-guna, hipnotis, tuyul, dll.  Saat ini kita sering sekali bertemu dengan orang yang memakai ilmu hitam sehingga kita harus berhati-hati. Tetapi juga saat ini kita berhadapan dengan antikris yang kuasanya jauh lebih besar.
Jika atas ijin Tuhan kita diserang setan (seperti kisah Ayub) maka kita dapat bertahan sampai menang atas setan. Perlengkapan perang itu adalah :
*Tetap kuat di dalam kuat kuasa Tuhan dalam tekanan hidup apapun (ayat 10).  Jika kita menghadapi persoalan dan tekanan hidup yang sangat berat sekalipun, tetaplah kuat di dalam kuasa Tuhan. Supaya kita dapat tetap kuat, maka doa subuh sebelum matahari terbit dan doa petang sebelum matahari terbenam adalah salah satu kunci kekuatan kita (baca Bilangan 28 : 1-8).  *Dalam aniaya yang berat, musuh kita bukanlah sesama manusia (orang yang menganiaya kita) tetapi musuh kita adalah iblis dan roh-roh jahat di udara (ayat 12), sebab roh-roh jahat inilah yang ada di belakang orang-orang yang menganiaya kita itu. “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!” (Roma 12 : 14). Dengan cara inilah kita dapat menangkan orang-orang itu. Dan kita harus kalahkan roh jahat di belakang orang itu.
*Kita harus memakai seluruh perlengkapan senjata Allah ini, apa yang kita baca dalam Efesus 6 : 10 – 20 kita lakukan semuanya dan bukan hanya sebagian (ayat 13). Kita baca semua perikop  ini Efesus 6 : 10-20 dan kita lakukan semua dalam hidup kita. Di mana kita tidak lakukan, itulah celah bagi setan menyerang dan mengalahkan kita.
*Kita jangan takut terhadap apapun melainkan berdirilah tegap (ayat 14).  Jika kita dianiaya oleh sebab kebenaran, janganlah takut tetapi tetaplah berdiri di jalan Tuhan. Misalkan kita disuruh terlibat dalam suatu rencana jahat di tempat kerja kita, kita harus tetap memilih melakukan apa yang benar dan jangan takut kepada semua ancaman teman lainnya atau atasan kita.
*Kita melakukan segala yang benar, adil (ayat 14).  Jika kita tahu bahwa sering bolos pergi ke kantor adalah dosa maka janganlah kita lakukan. 
*Rela memberitakan injil (ayat 15).  Janganlah terlalu sibuk mengurus karier, jabatan, usaha, dll. Berikan waktu lebih untuk terlibat dalam pelayanan Tuhan, terutama dalam membawa jiwa bagi Tuhan.  Orang yang sibuk dalam melayani Tuhan akan sulit dicelakakan oleh setan.
*Memakai iman kita menghadapi serangan setan (ayat 16).  Jika kita sakit keras, maka pakailah iman kita untuk menghadapinya. Cari ayat Firman Tuhan tentang masalah kita dan imani Firman Tuhan itu dan bertindak sesuai iman kita.
*Memakai ketopong keselamatan yaitu pelindung kepala. Disini Tuhan minta kita menjaga pikiran kita dengan waspada, pikirkan segala yang benar, yang suci, yang mulia (Filipi 4 : 8), pikiran kita adalah iman kita (ayat 17).  Jika suatu saat kita diserang ilmu hitam (diguna-gunai) maka pikiran yang banyak dosa adalah celah bagi roh jahat itu untuk masuk dan mencelakakan kita. Pikiran jahat misalnya iri hati, dengki, kemarahan, dendam, benci, membedakan suku, cabul, merencanakan jahat terhadap orang lain, dll.
*Memakai Firman Allah untuk melawan serangan setan, salah satunya adalah dengan mengatakan janji-janji Allah ketika setan membisikkan sesuatu yang tidak benar (ayat 17).  Misalkan suatu saat kita mendengar bisikan setan ‘hidupmu akan susah seumur hidup”, maka kita bacalah Firman Tuhan dalam Yeremia 29 ; 11 – 14 dan imani itu. Apa yang kita imani, itulah yang akan kita terima.
*Berdoalah setiap waktu, yaitu kita dapat berdoa sepanjang hari di dalam hati, dalam segala kegiatan.
*Berdoalah selalu untuk semua orang percaya di dunia ini. Berdoalah bagi Israel sebab inilah bangsa pilihan Tuhan dan saat ini nama Tuhan dihujat karena kelakuan bangsa ini.
Jika kita taat melakukan Firman Tuhan di atas, maka kita akan terhindar dari kecelakaan karena serangan setan dan roh jahatnya.

Dikatakan dalam Efesus 6 : 10 - 20 bahwa kita harus memakai PERLENGKAPAN PERANG ROHANI dari Allah. Disini perlengkapan perang yang kita pakai adalah bersifat rohani karena musuh kita adalah iblis dan roh-roh jahat di udara. Kita tidak disuruh Tuhan memakai perlengkapan perang fisik seperti memakai baju perang, membawa perisai , tombak, pisau kemana saja kita pergi, membawa parang, panah,  sebab musuh kita bukan sesama manusia (walaupun mereka memang dipakai setan untuk menganiaya kita), tetapi  musuh kita adalah roh jahat di udara. Tuhan tidak kehendaki ketika kita dianiaya karena iman kita, kita pakai parang atau pisau untuk melawan musuh kita, sebab Tuhan tidak menghendaki kita menyakiti sesama manusia. Lawan kita adalah roh jahat di udara. Kita harus pelajari cara melawan setan dan roh-roh jahatnya. Di Youtube banyak pelajaran tentang bagaimana menghadapi roh jahat, salah satunya dapat dicari ajaran bapak Pdt. Daud Tony, ia mantan dukun yang telah bertobat. Dan kesaksiannya akan sangat menolong kita mempelajari cara menghadapi setan dan roh jahatnya.
Tuhan meminta saya memberitahu saudara :  Walaupun Tuhan berjanji menjaga dan melindungi kita, jika kita sendiri membuka pintu bagi setan melalui dosa yang kita buat (dengan sadar atau tidak disadari), maka jangan kita marah kepada Tuhan, kalau setan dapat mencelakakan kita. Tetapi tetaplah Tuhan mengendalikan segalanya. Jadi jangan membuka pintu bagi setan.

HORMATI ROH KUDUS
Roh Kudus adalah mulia dan agung, Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri yang tinggal di dalam hati orang percaya (1 Korintus 6 : 19). Roh Kudus adalah meterai, jaminan kita untuk masuk surga. Efesus 4 : 30 mengatakan “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan”. Banyak orang tidak lagi menghargai ketika Roh Kudus berbicara dalam hati mereka, untuk membimbing mereka tentang apa yang benar dan tidak. Mereka mendengar Roh Kudus berbicara di dalam hati tetapi mereka tidak begitu mempedulikannya. Mereka tidak lagi menghargai Roh Kudus.  Hargai ketika Roh Kudus berbicara di dalam hati kita.
Ingat, dosa menghujat Roh Kudus (menentang Roh Kudus) adalah dosa kekal.   cerita Alkitab dalam Matius 12 : 24 mengatakan ‘Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata : “Dengan Beelzebul, penghulu setan, IA mengusir setan” ,  inilah contoh menghujat Roh Kudus.
Janganlah kita bermain-main dengan karunia-karunia Roh, seperti karunia berbahasa Roh dan karunia Roh lainnya. Dalam Kisah Para Rasul pasal 2 tentang Pentakosta, ketika para murid dipenuhi Roh Kudus, mereka berbicara dalam berbagai bahasa, tetapi ada orang yang menyindir  “mereka sedang mabuk oleh anggur manis”  (Kisah Para Rasul 2 : 13)
Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni ; tetapi barangsiapa menghujat roh Kudus, ia tidak akan diampuni  (Lukas 12 : 10)


JANGAN TERLALU SIBUK
Jika kita terlalu sibuk, kita ngebut dengan motor atau mobil dan tidak lagi melihat lampu lalulintas sedang menyala kuning, tanda harus berhati-hati, kita ngebut terus dan bisa celaka. Kalau kita terlalu sibuk dengan segala urusan, dengan pekerjaan, kita tidak dapat mendengar ketika Roh Kudus memperingatkan kita di dalam hati bahwa kita harus hati-hati sebab kita sedang berjalan menuju bahaya, karena dosa yang tidak kita sadari. Jadi, jangan terlalu sibuk.  Di akhir zaman ini, setan akan membuat manusia begitu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berdoa, membaca Firman dan puji-pujiaan kepada Tuhan, tidak ada waktu untuk ibadah, apalagi terlibat pelayanan bagi Tuhan. Sediakan waktu kita, setiap pagi hari dan petang untuk berdoa, pujian, baca Alkitab, dengan ini kita dapat tenang mendengar ketika Roh Kudus membimbing dan memperingatkan kita dalam hidup kita setiap hari.

TRI TUNGGAL YANG ESA
Inilah bukti di dalam Alkitab bahwa Tuhan adalah Tritunggal :
Bukti pertama : Pada saat Stefanus di lempari batu (Kisah Para Rasul 7 :54 – 8:1a), ia sedang dikuasai Roh Kudus (Oknum Ketiga), sdr dapat membaca pada ayat 55, dan ia melihat langit yang terbuka dan Yesus (Oknum Kedua) berdiri di sebelah kanan Allah (Oknum Pertama) , sdr dapat membacanya juga di dalam ayat 55.
Bukti kedua :  Dalam kitab  Lukas 3 : 21-22, ketika Yesus (Oknum Kedua) di babtis, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus (Oknum Ketiga) ke atas Yesus dan terdengar suara dari langit, “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMu-lah Aku berkenan.” Ini adalah suara Allah Bapa (Oknum pertama).
Bukti ketiga  :  Dalam kitab Kejadian 1 : 26 “Berfirmanlah Allah, baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita….” Kita di sini dimaksud adalah Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Jadi sejak dunia belum ada, sudah ada ketiga oknum Allah.
Tuhan yang menunjukkan kebenaran ini kepada saya sehingga saya dan saudara tidak mengajar yang salah kepada orang-orang lain, bahwa di dalam Alkitab dinyatakan bahwa Allah adalah tritunggal. Tiga di dalam satu.
Sebab semakin dekat kedatangan Tuhan Yesus, akan muncul banyak ajaran sesat, maka kebenaran Alkitab harus kita tahu.

JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT   (Matius 20 : 1 – 16)
Tuhan membuka kebenaranNya kepada saya, mengapa pekerja di kebun anggur diberi upah yang menurut pikiran manusia, tidak adil.  Mereka yang bekerja sejak pagi sampai petang diberi upah sama dengan mereka yang baru bekerja sore hari pukul lima yaitu sedinar. Menurut pikiran manusia, seharusnya mereka yang bekerja lebih dulu menerima upah lebih sesuai dengan lamanya jam kerja. Hal lainnya yang kelihatan tidak adil, adalah mereka yang mulai bekerja sore hari, menerima upahnya terlebih dahulu daripada mereka yang mulai bekerja sejak pagi. Menurut pikiran manusia, tuan ini benar-benar tidak adil.

Inilah pikiran tuan itu :  ketika mereka dipanggil untuk bekerja di kebun anggur, mereka telah sepakat, upah sehari adalah sedinar dan itulah yang mereka terima setelah bekerja dari pagi sampai petang. Itu juga kesepakatan tuan itu bersama pekerja lainnya yang mulai bekerja jam-jam berikut, jadi yang bekerja mulai pukul 5 sore juga menerima upah yang sama yaitu sedinar. Ini adalah gambaran tentang Kerajaan Surga :  kita semua yang bekerja di ladangnya dijanjikan upah yaitu hidup kekal (tidak masuk neraka), entah kita mulai bekerja di ladang Tuhan, melayani Tuhan pada usia 10 tahun atau 30 tahun, atau 70 tahun, upahnya sama yaitu hidup yang kekal. Kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan karena tidak masuk neraka mengerikan itu. Jadi bekerjalah di ladang Tuhan tanpa bersungut, mungkin kita menderita dalam pelayanan, tetaplah bersyukur karena tidak masuk neraka dan akan menerima hidup kekal. Itulah yang dilakukan tuan itu kepada para pekerja di ladangnya, mereka menerima sama sedinar pada waktu menerima upahnya.

Lalu mengapa para pekerja yang masuk bekerja paling akhir justru menerima upahnya duluan?  Karena tuan pemilik ladang itu mendengar bagaimana sungutan para pekerja selama mereka bekerja. Karena marah, ia memutuskan mereka menerima upahnya paling akhir karena para pekerja yang bekerja sejak pagi hari, paling banyak bersungut.  Itulah hukuman mereka. Mereka seharusnya bersyukur, ada yang mengupah mereka sedinar, daripada tidak mendapat upah apapun, cuma menganggur. Ini juga gambaran buat kita sekarang. Jika kita melayani Tuhan, janganlah berhitung-hitung “Saya sudah bekerja untuk Tuhan, menghasilkan ini…..itu, menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan, lalu berkat apa yang Tuhan berikan kepada saya?” Jika ini juga pertanyaan kita, berarti kita sedang bekerja di ladang Tuhan untuk mendapatkan upah. Bekerjalah sebagai ucapan terimakasih karena kita tidak masuk neraka, ucapan terima kasih karena pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, sedangkan urusan upah, serahkan pada Tuhan sebab Tuhan tahu yang terbaik yang akan dilakukanNYA bagi para pekerja di ladangNYA yang bekerja tanpa bersungut. Jika ini sungutan sdr “Saya jalan kali pelayanan, panas terik atau hujan, menderita, lalu mengapa hidup saya begini-begini saja, pas-pasan terus?”  Inilah sungutan para pekerja upahan di kebun anggur, yang telah bekerja sejak pagi. Dengarkan sungutan mereka  :
o   Kami bekerja sehari suntuk
o   Kami bekerja berat
o   Kami menanggung panas terik matahari.
Lihat dalam perumpamaan ini, karena suka bersungut, status mereka berubah, dari yang pertama masuk bekerja justru menjadi yang terakhir menerima upahnya, sedangkan yang terakhir masuk bekerja menjadi yang pertama menerima upah. Jadi jangan suka bersungut. Seorang tuan yang sepanjang hari mendengar para pekerja di ladangnya terus bersungut karena pekerjaan yang mereka kerjakan, akan marah juga dan mungkin berpikir “Aku akan membiarkan mereka menerima upah paling akhir, supaya tahu rasa. Sudah diberi pekerjaan agar tidak menganggur, terus saja bersungut”
Tuhan berbicara kepada saya, “Beritahukan setiap orang kebenaran ini, kepada siapa saja yang engkau tahu suka bersungut dalam melayani AKU.”

Tuhan menyadarkan saya bahwa saya juga  pekerja yang suka sungut-sungut itu. Saya baru sadar, saya pernah bersungut, ‘Tuhan, saya kena panas terus, saya kena hujan sewaktu pergi melayani Tuhan, saya capek, tidak ada uang, pekerjaan yang Tuhan beri banyak.’ dll.

Apapun kehidupan yang harus kita jalani, belajarlah untuk tidak bersungut-sungut. Ada berkat khusus bagi orang-orang yang dilihat Tuhan tidak suka bersungut.
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.  (Matius 20:16)

JANGAN LEMAH DAN TERTIDUR
Saya diserang kuasa kegelapan yang memakai orang-orang mempermainkan saya, mengolok-olok, menghina saya dan kuasa ini mengacaukan pikiran saya sehingga rasanya saya hampir gila. Saya menjadi lemah dan tidak lagi dapat berdoa pagi (pk. 04.00), doa siang, juga doa petang (pk. 17.00). Tuhan berbicara, “Engkau harus selalu berjaga-jaga supaya kuat.”
Tuhan mengingatkan saya bahwa akan banyak kesusahan, tekanan dan aniaya akan datang menyerang orang-orang percaya di akhir zaman, dengan maksud membuat kita lemah dan tertidur rohani (tidak lagi berdoa, membaca Firman, melakukan kehendak Tuhan lainnya) dan kita tidak akan tahu kapan waktunya sangkakala berbunyi dan Tuhan Yesus datang (karena kita sedang tertidur rohani) dan kita akan tertinggal dalam pengangkatan orang-orang percaya. Jadi dalam tekanan dan aniaya apapun, jangan lemah, tetap kuat di dalam Tuhan dan tetap berjaga-jaga dalam doa, baca Firman, lakukan kehendakNya. Adakan doa subuh sebelum matahari terbit dan doa petang sebelum matahari terbenam (Bilangan 28 : 1-8 tentang kewajiban orang Israel mempersembahkan korban bakaran setiap pagi dan petang), ini adalah kekuatan bagi kita untuk bertahan dan tidak tertidur sampai Tuhan Yesus datang kedua kali menjemput umat percayaNYA yang setia.
“Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan : roh memang penurut tetapi daging lemah.” (Matius 26 : 41)

LAWANLAH IBLIS
Iblis mengacaukan pikiran saya setiap kali saya selesai bersaksi di suatu gereja. Untuk menenangkan pikiran, saya lebih banyak tidur dan Tuhan berbicara dalam Yakobus 4 : 7 “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu!”
Tuhan berbicara lagi, “Aku sudah memberi kuasa kepadamu untuk melawannya.”  Dalam Lukas 10 : 19  Sesungguhnya Aku sudah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk melawan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”
Tuhan berbicara  “Perhatikan apa saja yang setan taruh dalam pikiranmu untuk membuat engkau tidak tenang. Perhatikan apa yang setan pakai untuk menipumu dan jangan tertipu lagi.”
Tuhan menyuruh saya untuk selalu bersaksi tentang suara Tuhan yang saya dengarkan, “Engkau harus bersaksi. Kesaksianmu akan menolong banyak orang.”
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu !                           ( Yakobus 4 : 7 )

ISI KEMERDEKAAN DENGAN BENAR
Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan cucuran darah para pejuang. Kemerdekaan kita orang percaya , kita peroleh karena cucuran darah Tuhan Yesus. Kita harus menghargai pengorbanan para pahlawan dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan segala hal baik. Kita juga harus menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dengan melakukan segala yang baik, dengan mengembangkan semua talenta kita dan menggunakannya untuk kebaikan banyak orang dan untuk kemuliaan namaNYA.
Pesan ini terutama bagi mereka yang masih terlibat korupsi. Negara Indonesia ini direbut dengan cucuran darah para pahlawan, apakah kalian tidak dapat membayangkan perjuangan mereka? Sehingga kalian tega menghancurkan negara sendiri dengan korupsi?

BERBAHAGIALAH
Tuhan berbicara kepada saya , “Banyak orang tidak mengetahui bagaimana mereka bisa  berbahagia.  Ini pesan Tuhan bagi saudara  dan tolong disampaikan juga kepada orang-orang lain, bagaimana caranya agar kita dapat hidup berbahagia :

Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang suka kepada segala perintahNYA, yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan, yang mencari DIA dengan segenap hati, yang tidak melakukan kejahatan  (Maz 112:1  ;  Maz 119:1-3).  Yang tidak berbahagia ialah mereka yang tidak takut kepada Tuhan, yang tidak suka kepada segala perintahNYA, yang hidupnya tidak menuruti Taurat Tuhan , yang tidak mencari DIA dengan segenap hati dan yang melakukan kejahatan.
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian  (Maz 3:13).  Yang tidak berbahagia ialah orang yang tidak mendapat hikmat (hikmat itu ada di dalam Alkitab), yang tidak memperoleh kepandaian.
Berbahagialah orang membacakan dan mendengarkan kata-kata nubuat ini (yaitu nubuat Kitab Wahyu) dan yang menurutinya sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 1:3).  Yang tidak berbahagia ialah orang yang tidak membacakan dan mendengarkan kata-kata nubuat ini dan yang tidak menurutinya.
Berbahagialah orang yang diampuni dosanya, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, yang tidak berjiwa penipu  (Wahyu 32: 1,2) . Yang tidak berbahagia ialah orang yang tidak diampuni dosanya (karena mereka tidak mau bertobat dan meminta pengampunan Tuhan), yang tidak berbahagia ialah mereka yang berjiwa penipu.
Berbahagialah orang yang berlindung padaNYA (Maz 34:9b). Yang tidak berbahagia ialah orang yang tidak berlindung pada Tuhan.
Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah, Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka (Mazmur 41:2). Yang tidak berbahagia ialah orang yang tidak memperhatikan orang lemah, Tuhan tidak akan meluputkan dia pada waktu celaka.
Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai (memuji Tuhan), mereka hidup dalam cahaya wajahMU  (Maz 89:16). Yang tidak berbahagia ialah bangsa yang tidak tahu bersorak-sorai memuji Tuhan, mereka tidak hidup dalam cahaya wajah Tuhan
Berbahagialah orang yang KAU hajar, ya Tuhan. Yang KAU ajari dari TauratMU (Maz 84:12). Yang tidak berbahagia ialah orang yang tidak KAU hajar (Tuhan biarkan saja), yang tidak KAU ajari TauratMU
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang malam  (Maz 1:1-2). Yang tidak berbahagia ialah orang yang berjalan menurut nasihat orang fasik, yang berdiri di jalan orang berdosa, yang duduk dalam kumpulan pencemooh dan yang tidak menyukai Taurat Tuhan dan tidak mau merenungkannya siang dan malam

Saudara dapat mencari kata-kata berbahagia ini di dalam Alkitab sebab sangat banyak ayat yang menunjukkan bagaimana kita bisa berbahagia. Ajarkan juga kepada orang lain. Mari doakan Biak untuk bertobat dan dipulihkan bagi Tuhan sebab Tuhan Yesus sudah dekat datang….

MUSA  (Keluaran 32 : 1 – 35)
Allah sendiri yang membuat 2 loh batu dengan tanganNYA, dan dengan jari-jariNYA, Allah menulis 10 perintah pada 2 loh batu itu (Keluaran 31 : 18). Tuhan Allah kemudian memberikannya kepada Musa untuk dibawa turun (dari gunung Sinai) kepada bangsa Israel. Tetapi pada saat Musa agak berlambat-lambat turun dari gunung (ini salah satu kesalahan Musa yaitu mengundur-undurkan turun dari gunung itu, Keluaran 32 : 1), ia mendengar suara-suara bangsa Israel sedang merayakan sesuatu dan ternyata mereka sudah membuat patung lembu emas dan menyembah patung itu, maka marahlah Musa, kemudian membanting 2 loh batu itu sampai pecah. Tuhan berbicara kepada saya "Ia menyakiti hatiKU pada saat itu." Dapat kita bayangkan, jika kita membuat sesuatu dengan tangan kita dan kemudian di depan kita, karena marah seseorang membantingnya sampai pecah, bagaimana sakit hati kita? Tuhan lebih sakit hati pada saat itu. Tetapi Tuhan panjang sabar.
Musa mempunyai satu sifat yaitu pemarah. Ia pernah membunuh satu orang Mesir sewaktu ia masih tinggal di Mesir, akhirnya Musa melarikan diri dari Mesir. Sifat pemarah ini yang kemudian membuat Musa tidak dapat masuk tanah Kanaan. Karena marahnya, ia memukul batu sampai 2 kali, padahal Tuhan menyuruhnya berbicara kepada batu itu dan bukan memukulnya. Selama 40 tahun Musa memimpin bangsa Israel di padang gurun, seharusnya Musa berusaha agar sifat pemarahnya hilang, tetapi karena ia tidak berusaha maka sifat inilah yang membuatnya tidak dapat masuk tanah Kanaan. SIFAT PEMARAH YANG TIDAK KITA HILANGKAN, AKAN MEMBAWA KITA MASUK NERAKA.
Musa melemparkan 2 loh batu itu, karena ia berpikir, "Percuma 10 Hukum Tuhan ini, bangsa Israel sudah jatuh ke dalam dosa." Tuhan Allah panjang sabar, Tuhan mengampuni Musa dan menyuruhnya membuat 2 loh batu yang baru. Pesan Tuhan bagi kita agar kita jangan berpikir 'percuma sampaikan Firman kepada mereka, mereka selalu berbuat dosa' atau 'Percuma mengajak mereka ke gereja/ ke persekutuan/ berdoa bersama kita, mereka selalu berbuat jahat'. Firman Tuhan adalah hidup dan Firman ini yang akan bekerja mengubahkan hati dan pikiran orang-orang, tugas kita hanya menyampaikan dan mendoakan mereka. Firman Tuhan yang kita berikan kepada orang-orang yang suka berbuat dosa, tidak akan sia-sia.

Musa juga memiliki sifat 'merasa diri mampu memimpin sendiri' dapat kita lihat ketika Musa harus mengadili seluruh masalah bangsa Israel yang dibawa kepadanya, bangsa Israel harus berdiri sepanjang hari dari pagi sampai malam. Datanglah mertua Musa dan melihat hal itu, ia menyuruh Musa memilih pemimpin 1000, pemimpin 100, pemimpin 50 dimana masalah-masalah kecil di antara mereka harus diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin ini sedangkan masalah yang tidak mampu mereka selesaikan, barulah dibawa kepada Musa. Musa menuruti nasihat bapa mertuanya ini.

MENGAPA DAUD BISA JATUH DENGAN BATSYEBA ( I Samuel 30 : 1-31 )
Raja Daud adalah seorang yang takut dan setia kepada Tuhan, dalam kesusahannya dikejar-kejar Raja Saul bertahun-tahun, ia tetap setia kepada Tuhan. Bukti kesetiaan dan ketaatannya dapat kita baca dalam kitab Mazmur karangan raja Daud  “Aku selalu mempertaruhkan nyawaku, namun TauratMU tidak kulupakan. Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku tetapi aku tidak sesat dari titah-titahMU. Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapanMU, untuk selama-lamanya sampai saat terakhir”  (Mazmur  119 : 109-112).  Tetapi mengapa ia sampai jatuh dengan Batsyeba dan sampai membunuh Uria, suami Batsyeba?  Tuhan membuka kebenaran ini kepada saya.  Daud telah membuka pintu bagi setan untuk masuk dalam kehidupannya, menguasai dan mengendalikannya. Ketika Bangsa Israel sedang maju berperang, seharusnya Daud sebagai raja yang harus memimpin peperangan, tetapi ia sudah terlena dengan kenikmatan dunia, kemewahan istana, ia begitu menikmati dunia sebagai raja sehingga ia memilih tinggal saja di istana, sementara rakyatnya sedang berperang menyambung nyawa, ia tidak mau menderita bersama prajuritnya di medan perang.  Ini adalah dosa dan dosa ini adalah pintu masuk bagi setan untuk menguasai raja Daud dan membawanya sampai berbuat dosa seperti itu.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis,  berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya   ( I Petrus 5 : 8 )

Mengapa Daud Dikasihi Tuhan
Daud dalam seluruh kesusahan yang ia alami seumur hidupnya, ia tetap percaya kepada Allah dan dapat selalu mengucap syukur, itulah sebabnya ia sangat dikasihi Allah. Bahkan Tuhan Yesus disebut Anak Daud, padahal banyak keturunan lainnya dalam silsilah Tuhan Yesus.
Bacalah Mazmur 71 : 20 – 24 
Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali. Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku……. Dst

Raja Daud mengakui banyak kesusahan ia alami tetapi ia tetap memuji Tuhan dan tetap percaya janji Tuhan akan mengangkat dan memberkatinya. Jika sdr membaca kitab Mazmur, sdr akan melihat keluhan dan kesusahan Daud tetapi selalu di akhir setiap perikop, ia akan memuliakan Tuhan karena percaya janji-janjiNYA.

Tuhan mengasihi orang-orang yang mau tetap mengucap syukur kepadaNYA dalam segala perkara, susah maupun senang, tetap percaya kepadaNYA, tidak terus-menerus bersungut dan menyakiti hati Tuhan, jika atas ijin Tuhan mereka mengalami kesukaran. Orang seperti ini akan dikasihi Tuhan, seperti raja Daud
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu  ( I  Tesalonika 5 : 18 )

Mengapa Manusia Harus Menderita
Saya membaca kisah Daud, banyak kesusahan yang ia alami. Selama bertahun-tahun Daud dikejar-kejar Raja Saul untuk dibunuhnya (ada buku yang mengatakan 10 tahun, ada yang menulis 20 tahun) , nyawanya terancam terus. Ia kemudian diangkat Tuhan menjadi raja Israel tetapi setelah menjadi raja Israel, karena dosanya dengan Batsyeba, ia dijatuhi hukuman oleh Tuhan, seumur hidupnya, pedang akan mengejarnya oleh keluarganya sendiri.  Saya bertanya kepada Tuhan “Tuhan, mengapa Daud terus menderita dalam hidupnya?  Mengapa manusia selalu ada waktunya mereka juga menderita karena berbagai hal ?   Mengapa kami yang telah berusaha hidup baik juga tetap akan mengalami penderitaan?”  Lewat beberapa saat, Tuhan memberitahu saya kebenaran ini : JIKA MANUSIA TERUS-MENERUS HIDUP DALAM KESENANGAN, BIASANYA DALAM KESENANGANNYA, MEREKA MENJAUH DARI TUHAN, MEREKA LALAI BERDOA, LALAI BERIBADAH DAN ITULAH KESEMPATAN SETAN MENCELAKAKANNYA. SEHINGGA TUHAN HARUS MENGIJINKAN KESUSAHAN JUGA MENJADI BAGIAN PERJALANAN HIDUP MANUSIA, KARENA DALAM KEADAAN KESUSAHAN, MENDERITA, MANUSIA SELALU MENJADI DEKAT DENGAN TUHAN. JADI PENDERITAAN, KESUSAHAN YANG DIIJINKAN TUHAN BAGI KITA SEBENARNYA ADALAH UNTUK MENJAGA KITA TETAP DEKAT KEPADA TUHAN, AGAR KITA TIDAK CELAKA. Jika seorang anak berjalan bersama bapaknya dan ada seekor anjing herder terus mengongongnya, ia akan selalu berjalan dekat bapaknya, memegang tangan bapaknya, karena takut. Tetapi jika tidak ada anjing itu, mungkin ia akan berlari menjauh, tidak dengar peringatan bapaknya dan ia bisa celaka ditabrak mobil. Jadi anjing yang terus mengongongnya diijinkan Tuhan untuk menjaga anak itu tetap dekat dengan bapaknya agar ia tidak celaka. JADI DALAM SEGALA MASALAH, PENDERITAAN YANG KITA ALAMI, TETAPLAH MENGUCAP SYUKUR, KARENA SEBENARNYA TUHAN SEDANG MENJAGA KITA TETAP DEKAT KEPADANYA, AGAR KITA TIDAK CELAKA DAN BINASA DALAM KEBODOHAN KITA.  Saya juga mempelajari cerita beberapa tokoh Alkitab, seperti Yusuf, ia sangat mengasihi orangtua yaitu bapaknya Yakub. Walaupun ia juga mengalami berbagai pencobaan hidup, akhirnya hidupnya bahagia sampai akhir nafasnya. Mengapa demikian ?  Karena orang yang mengasihi, menghormati, selalu berusaha membahagiakan orangtuanya terutama ibunya akan memiliki hidup bahagia dan panjang umur di bumi (Efesus 6 : 2,3  Hormatilah ayahmu dan ibumu. ini adalah suatu perintah yang penting seperti yang nyata dari janji ini : Supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi”). Mungkin Yusuf  mengasihi orangtuanya yaitu bapaknya Yakub karena Yusuf juga adalah anak kesayangan Yakub, sehingga ia juga mudah mengasihi orangtuanya.  Contoh lain adalah Yakub, bapak dari Yusuf, ia tidak menghormati bapaknya dan menipu bapaknya Ishak untuk dapat menerima berkat anak sulung, yang sebenarnya adalah harus diterima oleh Esau kakaknya. Akhirnya kita melihat bahwa hidup Yakub banyak kesukarannya (baca Kejadian 47 : 9 , Yakub berkata kepada Firaun bahwa hidupnya buruk adanya).  Dalam cerita ini, Yakub mungkin kurang mengasihi Ishak bapaknya karena Ishak juga lebih mengasihi Esau sedangkan ibunya yang lebih mengasihi Yakub.  Kita melihat kepada Daud, selama Daud menjadi raja Israel, tidak disebutkan sedikitpun tentang Isai bapaknya. Kemungkinan Daud memang tidak begitu dekat dengan bapaknya karena selama hidupnya ia sering dipandang sebelah mata (tidak penting) oleh bapak dan keluarganya. Ketika nabi Samuel meminta semua anak Isai untuk berkumpul karena Tuhan akan menunjuk siapakah yang akan Tuhan pilih sebagai raja Israel kedua menggantikan Saul, maka bapaknya Isai hanya memanggil kakak-kakak Daud saja, dan Daud tetap dibiarkan menggembalakan kambing domba mereka. Seharusnya biarpun ia anak bungsu dan masih muda, ia juga harus dipanggil untuk berkumpul bersama kakak-kakaknya.  Kehidupan yang dipandang sebelah mata seperti itu, mungkin ada kepahitan dalam hatinya sehingga membuat Daud juga tidak begitu memperhatikan orangtuanya ketika akhirnya ia menjadi raja Israel. Dan akibat tidak begitu memperhatikan orangtuanya, hidupnya pun mengalami kesukaran demi kesukaran.  Jika ingin hidup bahagia dan panjang umur di bumi, kita harus selalu mengasihi, memperhatikan dan membahagiakan orangtua kita. Walaupun sejak kecil mungkin orangtua kita tidak begitu memperlakukan kita dengan baik, kita harus mengampuninya dan tetap berusaha mengasihinya sehingga hidup kita pun diberkati Tuhan dengan berbagai kebaikan.

Kita kembali kepada Daud. Lihat akibat kesenangan yang terus diberikan Tuhan kepada Daud, ia sampai jatuh dengan Batsyeba. Bertahun-tahun Daud dikejar Raja Saul, Tuhan mengijinkannya untuk memprosesnya agar ia siap menerima berkat luar biasa menjadi raja Israel. Dan ia berhasil lulus proses itu dan diangkat menjadi raja. Tuhan kemudian memberkatinya dengan kemuliaan, kemegahan, kesenangan sebagai raja. Itulah hadiah / berkat Tuhan atas kesetiaannya menjalani proses dan atas kemenangannya atas semua ujian hidup. Tetapi dalam kesenangan terus-menerus itu, raja Daud menjadi lalai dengan tugasnya sebagai raja. Ia begitu menikmati kesenangan dunia sebagai raja, ia membiarkan prajurit dan rakyatnya pergi berperang sementara ia santai-santai di istana. Ia membuka pintu bagi setan untuk menyerangnya dan ia jatuh dalam dosa dengan Batsyeba. Dalam kesenangan terus-menerus yang diberikan Tuhan, justru membuat raja Daud jatuh dalam celaka.
Karena itulah, dalam semua kesenangan hidup manusia, Tuhan akan mengijinkan waktu-waktu dimana ada penderitaan dan masalah sehingga manusia tetap dijaga dekat dengan Tuhan. orang bilang hidup ini seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah, kadang senang, kadang susah, itulah cara Tuhan menjaga kita tetap dekat kepadaNYA.  Tetapi jika kita sudah terbiasa hidup dekat dan taat kepada Tuhan, maka jika diibaratkan roda, kita dapat tetap berada di atas. Jika ada suatu waktu hidup kita mulai berputar turun karena masalah hidup, kita dapat segera mengevaluasi hati dan hidup kita di hadapan Tuhan, apakah kita sedang salah dan segera bertobat sehingga seperti roda kita akan berputar kembali ke atas.
Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.   ( Pengkhotbah 6 : 14 )

SETIAP SAAT HARUS MENGAMPUNI
Suatu hari, saya begitu sakit hati dengan seseorang yang merendahkan saya. Saya tidak mau mengampuni dia, tetapi malam harinya  Tuhan berbicara kepada saya“Engkau harus mengampuni !”  Tetapi karena sangat sakit hati, saya tetap menangguhkan untuk mengampuni, saya berdoa dan memberitahukan Tuhan bahwa saya belum mau mengampuni orang itu, nanti saja. Besok harinya, yaitu sore hari, saya mendapat tanda dari Roh Kudus bahwa ada bahaya mengintai saya. Saya segera berdoa sungguh-sungguh meminta petunjuk Tuhan. Setelah beberapa lama, Tuhan berbicara “Engkau sedang membuka pintu bagi setan untuk masuk ke dalam hidupmu , karena engkau tidak mau mengampuni. Setan mau mencelakakan engkau  Saya segera meminta ampun kepada Tuhan dan segera mengampuni orang itu. Tuhan berbicara “Kalaulah tadi malam, sangkakala berbunyi dan AKU datang menjemput umatKU, engkau akan tertinggal karena berdosa yaitu tidak taat kepadaKU, yaitu tidak mau mengampuni”.   Roh Kudus mengajarkan saya bahwa saya harus mengampuni setiap saat.  Setiap ada orang yang sakiti saya, segera ampuni dia dan belajarlah mengampuni sejak sekarang. Pada waktu-waktu terakhir menjelang kedatangan Tuhan Yesus untuk menjemput umatNYA, akan banyak penganiayaan bagi anak-anak Tuhan, kita akan banyak disakiti orang tetapi kita harus selalu dapat mengampuni mereka segera, agar saat sangkakala berbunyi, kita sedang taat kepada Tuhan. Kita hanya dapat mengampuni hanya dengan kekuatan dari Tuhan, jadi mintalah kekuatan dari Tuhan untuk mengampuni semua orang yang menyakiti kita.
Tuhan Yesus pada waktu disalibkan adalah  Allah 100 persen dan juga manusia 100 persen. Jika saat sebelum meninggal Tuhan Yesus tidak mau mengampuni orang-orang yang membunuhnya, Tuhan Yesus juga akan masuk neraka karena dosa tidak mau mengampuni. Tetapi kita tahu bahwa di kayu salib , Tuhan Yesus berdoa “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat   Tuhan Yesus mengalami sendiri bagaimana sakit hatinya dijual Yudas, muridNYA sendiri, lalu ia ditinju, diludahi, dipakaikan mahkota duri, dan akhirnya dibunuh dengan keji, tetapi IA dapat mengampuni orang-orang yang membunuhNYA maka IA dapat menolong sdr untuk dapat mengampuni setiap orang yang menyakiti sdr. Sebab Tuhan Yesus tahu bagaimana sakit hati sdr saat itu.
“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, BAPA mu yang di Surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, BAPA mu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”. (Matius 6 : 14,15)

PELATIHAN MENGUATKAN IMAN
Banyak orang Kristen tidak mau menderita di jalan Tuhan, mereka menghindari sebisa mungkin agar jangan menderita karena menjadi murid Kristus, ini pesan Tuhan :
Sepuluh gadis yang pandai dan yang bodoh bersama menunggu kedatangan mempelai laki-laki. Lima gadis pandai mempersiapkan minyak lebih di dalam buli-buli selain di dalam  pelitanya sedangkan lima yang bodoh tidak membawa persediaan minyak selain yang di dalam pelitanya (mungkin mereka malas mempersiapkan diri sebab Tuhan berbicara kepada saya Umatku malas mempersiapkan diri padalah mereka tahu AKU sudah dekat datang). Ketika mempelai laki-laki terlambat datang, lima gadis pandai tidak kehabisan minyak sehingga pelitanya tetap menyala tetapi lima gadis bodoh kehabisan minyak dan ketika mereka pergi membeli minyak, mempelai laki-laki datang dan mereka tidak ikut masuk dalam perjamuan kawin. Minyak artinya iman. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus (mempelai laki-laki), setiap kita harus mempersiapkan iman lebih agar kita dapat bertahan sampai Tuhan Yesus datang, karena akan banyak aniaya, penderitaan kita rasakan, jika iman kita kurang, kita tidak akan dapat bertahan karena mungkin kita akan jatuh dalam dosa bahkan putus asa, bunuh diri, karena tekanan hidup yang kita alami. Kelima gadis bodoh itu tidak dapat meminta minyak dari kelima gadis pandai artinya kita tidak dapat mengandalkan iman orang lain untuk menolong kita bertahan, misalnya mengharapkan iman orang lain untuk terus mendoakan kita, menolong kita agar kita dapat bertahan sampai Tuhan Yesus datang. Kita harus mempersiapkan iman sendiri sejak dari sekarang.
 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana : Berikanlah kepada kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu : Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.  (Matius 25 : 8,9)

5 gadis pandai menggambarkan umat Kristen yang bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus, sedangkan 5 gadis bodoh adalah mereka yang santai-santai saja. 5 gadis pandai tidak mengatakan kepada 5 gadis bodoh “Pergilah membeli minyak, nanti kami menunggu kalian, nanti kami beritahu mempelai laki-laki untuk tidak menutup pintu rumahnya sampai kalian datang”  tidak begitu cerita Alkitab. Artinya jika sdr yang tidak bersungguh-sungguh mempersiapkan diri, sdr tidak akan dapat ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya. Ketika sangkakala berbunyi dan Tuhan Yesus datang kembali di atas awan-awan maka mereka yang telah siap menyambutNYA akan terangkat dalam pengangkatan orang-orang percaya. Sedangkan yang tidak mempersiapkan diri akan tertinggal pada saat itu.
Saya mendengar kesaksian seorang pemudi di sebuah gereja bahwa ia mendapat penglihatan dan Tuhan berbicara kepadanya “Gereja kalian memang sudah mempersiapkan diri menyambut kedatanganKU, tetapi hanya yang bersungguh-sungguh yang akan ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya.  Bersungguh-sungguh dalam pelayanan, dalam mempersiapkan diri dan keluarganya, keluarga besarnya, lalu jemaat gerejanya, lalu kotanya, bagi kedatangan Tuhan Yesus.
Sewaktu saya mendapat serangan setan demikian gencar selama tiga tahun, dalam keadaan saya lemah iman, saya berdoa dan Tuhan menjawab  Justru dengan demikianlah imanmu bertumbuh menjadi kuat”. Saya bertanya kepada Tuhan, bagaimana caranya melalui penderitaan ini iman saya bisa bertumbuh menjadi kuat, karena saya merasa justru semakin lemah? saya merasa ini pimpinan Roh Kudus bagaimana agar melalui penderitaan yang diijinkan Tuhan, kita memperoleh iman semakin kuat :
1) Kita jangan mengandalkan pendeta-pendeta atau pelayanan doa untuk selalu mendoakan kita (walaupun saling mendoakan sangatlah perlu), tetapi saya harus mulai belajar berlutut, bertekun doa dan puasa dan membaca Firman Tuhan setiap hari.  Akan ada hikmat, petunjuk, kekuatan dan jalan keluar dalam doa, pujian penyembahan dan puasa yang kita jalankan bagi kehidupan dan pergumulan kita.
2) Dalam keadaan lemah sekalipun karena pergumulan hidup, Tuhan inginkan kita dapat tetap mengucap syukur dan dapat berkata ‘Tuhan baik’ dan tidak bersungut tetapi tetap menjalani kehidupan kita sesuai Firman Tuhan dan setia kepadaNYA. Jangan meninggalkan Tuhan. Ingat bahwa selalu ada kekuatan dan petunjuk Tuhan dalam doa, penyembahan kita.
3) Kita harus belajar menerima dan menjalani penderitaan yang diijinkan Tuhan karena selalu akan ada jalan keluar dari Tuhan atas setiap masalah. Disinilah jawabannya bahwa semakin kita tahan, sabar dan tabah menjalani penderitaan, belajar tidak bersungut atau marah kepada Tuhan maka iman kita akan semakin kuat. Karena pasti akan ada jalan keluar dan kelepasan dari Tuhan
4) Jangan sampai melakukan dosa karena tekanan hidup. Tetapi tetap setialah di jalan Tuhan. Dalam aniaya yang dialami Tuhan Yesus, IA tetap setia kepada kita sampai IA disalibkan, demi keselamatan kita.

Saudara, latih iman dari sekarang agar saudara memiliki iman lebih / kuat sehingga dapat bertahan di akhir zaman ini. Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci (ini judul perikop dari kitab II Timotius 3 : 10 – 17)

Tuhan berbicara kepada saya ‘pelita hanya tetap menyala kalau ada minyak di dalamnya  pelita hidup kita  hanya dapat tetap menyala artinya hidup kita dapat tetap menghasilkan buah yang baik, hidup kita dapat tetap menjadi terang  dan garam bagi dunia jika kita masih memiliki iman lebih walaupun dalam keadaan dunia yang sulit. Dalam aniaya setan yang saya terima selama 3 tahun, saya tidak dapat lagi pergi mengasuh sekolah minggu, saya jarang mengikuti ibadah keluarga, jarang pergi ibadah hari Minggu dan pelayanan saya mendoakan orang sakit di rumah sakit juga terhenti karena saya merasa iman saya sedang lemah bagaimana bisa mendoakan mereka? Saya merasa pelita saya mau padam karena saya kekurangan iman. Saya juga sering marah dan sungut terus kepada Tuhan, mengasihani diri sendiri “Tuhan, saya menderita sekali”   saya sadar, inilah tanda kurangnya iman saya. Saya harus belajar menerima satu hal yaitu jika saya menderita karena kehendak Tuhan, saya harus sabar dan tabah dengan semakin memperkuat iman percaya saya kepada Tuhan agar saya dapat tetap setia.
Tuhan berbicara kepada saya “Adakah pelatihan untuk menguatkan iman?”  saya kemudian berpikir, ya…kalau ada, saya juga mau ikut pelatihan itu. Roh Kudus mengingatkan saya bahwa sekolah atau pelatihan untuk menguatkan iman sedang Tuhan buat di bumi yaitu melalui penderitaan. Jika saudara mau ikut pelatihan itu, datanglah membawa perlengkapan Alkitab dan buku Kidung Pujian, kemudian caranya jika ada penderitaan yang datang karena kita mau setia berjalan di jalan Tuhan, misalnya kita dijauhi teman-teman, kita dianiya pimpinan, kita diolok-olok, dikerjai orang, jangan marah kepada Tuhan, tetap sabar, tabah, lakukan apapun yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya terutama memenangkan jiwa mereka yang membuat kita menderita, jangan buat dosa, jaga kesetiaan kepada Tuhan, selalu membaca Alkitab dan memuji-muji Tuhan, kita sedang mengikuti pelatihan tersebut, sampai Tuhan melepaskan kita dari semua ini. Melalui semuanya itu kita sedang dibentuk Tuhan. Kita harus lulus pelatihan itu. JADI ALAT YANG AKAN MENOLONG KITA MELEWATI UJIAN / PELATIHAN IMAN / PERGUMULAN HIDUP ADALAH ALKITAB YANG HARUS KITA BACA DAN RENUNGKAN SETIAP WAKTU DAN BUKU KIDUNG PUJIAN DIMANA KITA PAKAI UNTUK MEMUJI MENYEMBAH TUHAN, SAMPAI KITA MENANG ATAS PERGUMULAN HIDUP KITA.
Tuhan memberitahu saya bahwa jika kita mengakui bahwa kita adalah pengikut Tuhan Yesus, kita tahu Tuhan Yesus menderita dianiaya sampai mati disalibkan maka kita juga harus mau menderita bersamaNYA. Banyak orang Kristen tidak mau menderita dan menghindari dengan segala cara untuk tidak menderita karena iman mereka. Kapan iman kita kuat kalau kita selalu menolak dibentuk oleh Tuhan melalui penderitaan.  Yusuf , dalam cerita Alkitab (kitab Kejadian) ia ikut juga pelatihan/sekolah menguatkan iman melalui penderitaannya. Ia hidup diantara saudara-saudaranya yang jahat, yang kemudian menjualnya sebagai budak, ia juga masuk penjara di Mesir, tetapi ia tetap setia kepada Tuhan dan setelah lulus semua ujian hidup ini, ia dijadikan Tuhan penguasa atas Mesir. Melalui semua kesukaran hidup yang ia alami, ia memakainya untuk tetap bertumbuh dalam iman, mental, jiwanya. Yusuf tidak hancur oleh tekanan dalam hidupnya, tetapi ia bertumbuh di dalamnya. Ketika Tuhan beri kesempatan kepadanya menjadi pemimpin di Mesir, ia telah siap menerimanya dan nama Tuhan ditinggikan karenanya.
Daud mengikuti sekolah/pelatihan iman juga, sebelum ia dipilih Tuhan menjadi raja Israel kedua. Daud dikejar-kejar raja Saul bertahun-tahun, raja Saul hendak membunuhnya. Daud tidak hancur oleh tekanan hidupnya, tetapi ia menguatkan imannya kepada Tuhan dan terus bertumbuh di dalam penderitaannya. Sampai akhirnya, raja Saul terbunuh dan Daud diangkat menjadi raja di Israel. Bangsa Israel mengikuti sekolah menguatkan iman selama mereka di padang gurun. Mereka menghadapi banyak kesukaran selama di padang gurun. Tetapi angkatan kedua dari bangsa ini yang dapat menduduki tanah Kanaan.  Selalu dalam segala permasalahan hidup kita yang Tuhan ijinkan adalah untuk menguatkan iman kita dan setelah itu, kita akan menerima suatu berkat / promosi dari Tuhan (ingat Ayub, Daud, Yusuf, mereka diberkati luar biasa setelah menderita dengan tabah sekian lama). JANGAN MENYERAH terhadap masalah hidup apapun, terus berjuang untuk menang atasnya sebab melaluinya kita bertumbuh menjadi semakin baik di dalam Tuhan. 
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. ( II Timotius 3 : 12,14)

MENERIMA & MEMBERI UANG SUAP
Suap / sogok sudah membudaya dan mendarah daging di seluruh Indonesia. Suap = memberi atau menerima uang pelicin agar segala urusan beres (tidak tersendat-sendat). Suap = pungutan liar.  Seorang teman saya bercerita, ia pergi ke suatu kantor untuk mengurus sebuah surat. Setelah ia membayar uang administrasi, ia pergi dan besoknya baru ia kembali datang mengecek suratnya itu. Ternyata belum ditandatangani oleh pimpinan di kantor tersebut. Hari kedua, hari ketiga ia terus mengecek tetapi sama saja, belum ditandatangani dengan alasan pimpinan kantor masih sibuk.  Hari kelima, teman saya ini datang membawa uang Rp. 50.000,- dan diberikan kepada petugas di kantor itu dan ia katakan sebagai uang pulsa atau uang rokok. Dan hari itu juga, surat ditandatangani dan ia dapat membawa surat itu pulang.  Inilah contoh suap dan sudah terjadi di hampir semua kantor-kantor pemerintah maupun swasta di Indonesia.
Tuhan berbicara kepada saya “Engkau jangan menerima apapun untuk pekerjaan yang engkau lakukan di kantor, selain gaji dan uang lainnya dari kantor. Engkau juga jangan menerima apapun untuk pelayananmu”
Tuhan berbicara Lagi “Suap dan menyuap memang dosa yang dianggap kecil tetapi justru dosa kecil seperti ini yang membawa kita ke dalam neraka jika kita tidak mau menghentikannya”

Tuhan juga bicara “Jika sangkakala berbunyi, AKU datang nanti dan Indonesia belum berubah, suap masih membudaya, maka sebagian besar orang Indonesia tidak akan ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya  karena mereka belum mau menghentikan dosa  MENERIMA & MEMBERI UANG SUAP”.   Pengangkatan orang-orang percaya dapat dibaca di dalam  1 Tesalonika 4 : 16,17.
Kita bersama harus menghilangkan budaya suap di Indonesia, agar kita tidak masuk neraka bersama-sama hanya karena dosa SUAP.

PROSES PEMBENTUKAN MELALUI MASALAH-MASALAH HIDUP
Jika kita mengalami masalah atau bahkan masalah demi masalah, Tuhan ijinkan dengan suatu maksud yang indah bagi kita.  Seperti bangsa Israel, selama perjalanan mereka di padang gurun (baca kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), mereka diijinkan Tuhan menghadapi banyak tantangan, sebelum mereka dapat masuk ke tanah Kanaan, dengan maksud Tuhan :  1)  Untuk menghilangkan sifat dan sikap mereka yang buruk, salah satunya adalah suka bersungut, mengeluh, memberontak.  2) Untuk membentuk iman percaya mereka kuat di dalam Tuhan.  Dimana mereka akan melihat bahwa dalam kesukaran apapun, jika mereka tetap setia di jalan Tuhan, selalu akan ada pertolongan Tuhan.
Demikian juga kita, jika Tuhan ijinkan kita mengalami masalah yang berat atau pun ringan, ada maksud Tuhan yaitu  :  1) Kita diproses melalui masalah itu, untuk menghilangkan sikap, sifat dan kelakuan kita yang tidak benar di mata Tuhan.   2)  Untuk membentuk iman kita semakin kuat dan membuat kita semakin dekat dan mengenal Tuhan dengan baik.  Penjelasannya adalah :

1)      Masalah Adalah Untuk Menguatkan Iman
Belajarlah dari cerita Alkitab tentang perjalanan bangsa Israel di padang gurun, dimana Tuhan ijinkan mereka mengalami banyak kesukaran dengan maksud untuk membentuk iman mereka kuat agar mereka nantinya dapat merebut, memasuki dan menduduki tanah Kanaan  :
Tuhan berbicara kepada saya “Ketika engkau berada di padang gurun yaitu kekurangan, masalah, penyakit, kesulitan, tekanan, sebenarnya engkau sedang AKU didik agar kuat iman”  Saya mengingat sebuah renungan bahwa supaya kita bisa segera keluar dari padang gurun itu dengan cepat, maka kita jangan suka mengeluh untuk kesusahan apapun. Sehingga Tuhan dengan mudah dapat membentuk kita menjadi sesuai rencanaNYA. Bangsa Israel selalu mengeluh, mereka marah kepada Tuhan dan lihat, mereka sangat lama berputar di padang gurun itu, sebab Tuhan juga kesulitan membentuk mereka agar mereka siap untuk menduduki Kanaan.  Dan mereka tidak akan Tuhan bawa kembali ke Mesir, tetapi mereka memang harus menduduki Kanaan, maka biarpun sampai 40 tahun, Tuhan tetap sabar mendidik mereka agar dengan iman, mereka dapat menduduki Kanaan

Tuhan berbicara kepada saya “Tetaplah berjalan dengan iman kita kepada Tuhan, supaya engkau dapat masuk surga.   Seperti Yosua dan Kaleb (baca kitab Yosua), hanya mereka dualah yang dapat memasuki tanah Kanaan , dari sekian banyak orang Israel yang bersama-sama keluar dari Mesir.  Yosua dan Kaleb tetap berjalan dengan iman di tengah semua tantangan yang mereka temui selama di padang gurun itu, mereka tetap percaya kepada Tuhan dan janjiNYA bahwa Tuhan akan tetap membawa mereka sampai memasuki Kanaan, tanah yang penuh susu dan madu, walaupun saat itu hanya kesulitan yang mereka lihat dan hadapi.  Yosua dan Kaleb percaya kepada kuasa Tuhan dan bukan diri mereka sendiri, bahwa Tuhan yang akan tetap menolong, memelihara dan memampukan  mereka sampai mereka dapat menduduki tanah Kanaan. Tetapi semua orang Israel lainnya yang ikut keluar dari Mesir dan berjalan di padang gurun itu, mereka tidak berjalan dengan iman kepada Tuhan, mereka sedang mengandalkan kekuatan mereka sendiri (lihat perkataan mereka ketika mereka harus maju menduduki Kanaan, “kami tidak mampu melawan bangsa Kanaan yang besar-besar dan kuat itu”), akhirnya mereka menyakiti hati Tuhan dengan kelakuan mereka maka Tuhan menghukum mereka, tidak dapat masuk tanah Kanaan.

Jika kita mau masuk surga, kita harus tetap berjalan dengan iman, dalam setiap masalah, tetap percaya kepada kuasa Tuhan. Jika kita berada dalam kesulitan apapun, jangan pedulikan apa yang kita lihat di hadapan kita (besarnya masalah, lamanya kita harus menderita),  jangan pedulikan kata-kata orang yang mau melemahkan iman kita, (seperti kata-kata 10 mata-mata Israel, yang menjatuhkan iman bangsa  Israel, mereka berkata “Kita tidak dapat menduduki Kanaan, mereka lebih kuat dari kita”),  tetapi percayalah kepada kuasa Tuhan bahwa Tuhan akan membimbing kita melewati kesulitan itu.  Jangan juga percaya kepada diri sendiri, kita lemah maka andalkan Tuhan saja.
Misalnya kita sakit parah dan setelah diperiksa oleh dokter, dokter katakan bahwa penyakit yang kita derita tidak ada harapan untuk sembuh. Memang menurut ilmu pengetahuan kedokteran, keadaan saat itu sudah tidak ada harapan dan nyawa kita dalam bahaya. Tetapi pakailah iman seperti Yosua dan Kaleb, mereka lebih mempercayai Tuhan, jadi kita pun harus tetap mempercayai Tuhan bahwa IA dapat sembuhkan kita. Maka apa yang kita percayai, itu akan terjadi bagi kita (Matius 9 : 29 “Jadilah kepadamu menurut imanmu”).  Di akhir zaman ini akan banyak kesukaran, maka belajarlah seperti Yosua dan Kaleb, yaitu tetap beriman kepada pemeliharaan Tuhan dan kuasaNYA apapun masalah yang harus kita hadapi.
Untuk menduduki Kanaan, bangsa Israel harus menggunakan iman, untuk menyeberangi sungai Yordan, untuk meruntuhkan tembok Yerikho, mereka harus menggunakan iman, maka Tuhan mengeringkan sungai Yordan, Tuhan meruntuhkan tembok Yerikho, dengan mujizatNYA yang luar biasa, sementara bangsa Israel hanya beriman dan patuh melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada mereka. Pada akhirnya mereka harus merebut daerah-daerah Kanaan lainnya, mereka juga harus memiliki iman besar.  Karena itu, selama mereka Tuhan bawa berjalan di padang gurun itulah, iman ini sedang dibentuk Tuhan melalui tantangan dan masalah yang harus mereka hadapi. Dimana Tuhan kehendaki mereka mengembangkan iman mereka sampai dapat menang atas setiap tantangan itu.  Sebab dengan iman yang sudah terbentuk kuat, mereka harus berperang melawan bangsa-bangsa Kanaan dan menduduki tanah Kanaan itu.

Untuk masuk Surga (seperti memasuki Kanaan), untuk dapat ikut dalam pengangkatan orang-orang percaya, kita juga harus memiliki iman yang besar. Sebab kita akan menghadapi banyak tantangan dan kesukaran di akhir zaman, tetapi disitulah iman kita dibentuk menjadi kuat. Dengan iman kuat, kita dapat melewati setiap kesukaran hidup di akhir zaman sampai dapat ikut dalam pengangkatan orang percaya dan dapat masuk surga.   Ayat dibawah ini adalah tentang pengangkatan orang-orang percaya  :    Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu kita yang hidup yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan  ( I Tesalonika 4 : 16,17)

Jika sdr berada dalam masalah hidup yang berat, misalnya anak sdr yang ternyata lahir dengan cacat mental.  Sdr ingin anak ini sembuh dan sdr mulai bergumul siang malam. Saat inilah sdr sedang berada di padang gurun masalah.  Mengapa Tuhan ijinkan ? Sebab Tuhan ingin membentuk iman sdr menjadi kuat di dalam Tuhan.  Sdr harus tetap kuat dalam mendidik anak ini, sdr harus tekun mencari pertolongan dan kehendak Tuhan, mencari pengobatan yang cocok untuk anak sdr. Di dalam pergumulan itu, sdr akan menemukan banyak hikmat Tuhan, dimana sdr akan bertumbuh di dalam Tuhan melalui masalah itu. Pada waktunya, akan ada jalan keluar bagi masalah sdr.  Sebab tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Dengan iman yang kuat, sdr akan berhasil masuk tanah Kanaan yaitu kesembuhan anak sdr dari cacat mentalnya, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Lukas  1 : 37  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil”)
Demikian juga jika sdr menghadapi sakit-penyakit yang tidak kunjung sembuh, masalah keuangan dalam keluarga, dll, di sini Tuhan akan membentuk iman sdr melalui pergumulan tersebut. Jangan menyerah , tetaplah berjalan, bertahan dan berjuang seperti Yosua dan Kaleb. Tetaplah beriman kepada Tuhan dan jangan mencari pertolongan dukun. Pada waktunya sdr juga akan menang atas masalah tersebut.

Tuhan mengajarkan saya, bagaimana memiliki iman yang kuat? Pelatihan untuk menguatkan iman ini dilakukan oleh Tuhan melalui semua kesulitan dan penderitaan yang Tuhan ijinkan datang kepada kita. Maka dalam semua kesulitan itu, TETAP SABAR, TABAH, JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT, MENGELUH, JANGAN MARAH KEPADA TUHAN, JANGAN MENCARI DUKUN (ORANG PINTAR), JANGAN BERBUAT DOSA, JANGAN PUTUS ASA & MENYERAH, tetapi belajarlah untuk meningkatkan iman kita sampai kita dapat mengatasinya dan menjadi pemenang atas setiap masalah, itulah kehendak Tuhan.

Ketika saya menghadapi serangan setan yang begitu hebat, dimana orang-orang menteror saya setiap hari, Tuhan mengajarkan saya tentang kebenaran di atas, bahwa saya harus dapat melewati proses itu dengan baik. Saya berdoa dan bertanya kepada Tuhan “Tuhan, jika saya harus melewati semua proses yang menurut saya, sangat berat, tetapi pada akhirnya, saya tidak mendapati berkat (hadiah) apapun, saya tidak semangat menjalani proses ini”  dan Tuhan menjawab saya “Setiap pemenang pertandingan akan mendapat hadiah. Demikian kalau engkau berhasil menjadi pemenang atas setiap proses, engkau akan menerima hadiah”
Dalam  I Korintus 9 : 24 yang kami tulis di bawah ini (dalam kotak), dikatakan bahwa semua peserta turut bertanding tetapi hanya satu yang akan mendapat hadiah, siapa itu?  Dialah pemenangnya.  Maka dalam setiap pencobaan, masalah, penyakit, jangan pernah menyerah, berlarilah sedemikian rupa sampai kita jadi pemenangnya. Setiap pemenang atas pergumulan hidupnya akan memperoleh hadiah / berkat dari Tuhan.  Setelah 3 tahun, serangan setan yang berat bagi saya, akhirnya serangan setan itu berkurang juga. Dan beberapa orang anak Tuhan datang ke kota tempat tinggal saya dan memberikan motor untuk beberapa jemaat dari berbagai denominasi gereja, bagi jemaat yang menjalankan pelayanan sendiri, dan saya salah satu yang termasuk di dalamnya, yang diberikan 1 motor  baru untuk pelayanan.  Inilah hadiah / berkat janji Tuhan untuk saya.
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?  Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya !  ( I Korintus 9 : 24 )

Tetapi berkat itu, mungkin saja tidak langsung kita terima, tetapi kita masih dilatih Tuhan memiliki sikap benar dalam menanti janji Tuhan, yaitu tetap percaya, jangan marah-marah, tetap setia kepada Tuhan dan sabar, walau janjiNYA belum kita terima. Tuhan yang berjanji akan menepatinya.

Tuhan mengingatkan saya “Untuk menjadi anak Tuhan, jangan mengharapkan hidup kita santai saja sebab kita akan dididik Tuhan dengan keras untuk menjadi prajurit yang kuat dan berani”

2)     Masalah Adalah Untuk Mengubah Sikap yang Tidak Benar dan membentuk Sikap yang Benar
Bangsa Israel berputar-putar sangat lama di padang gurun, sampai 40 tahun. Jika bangsa Israel mau dengar-dengaran kepada Tuhan, mereka tidak akan selama itu dididik Tuhan di padang gurun. Sebab selama di sana, Tuhan akan memproses mereka, yaitu menghilangkan sifat-sifat mereka yang buruk dan membentuk mereka dengan sifat, sikap yang benar. Jika mereka mau bekerja sama dengan Tuhan untuk memiliki sifat seperti yang Tuhan kehendaki, maka mereka akan segera Tuhan bawa menduduki Kanaan. Salah satu sifat dan sikap buruk bangsa Israel yang Tuhan ingin mereka ubah adalah mereka suka bersungut-sungut, mengeluh, tidak percaya kepada Tuhan, menyakiti hati Tuhan, tidak berani (dan mental budak lainnya, karena dalam waktu lama mereka diperbudak di Mesir), mereka suka memberontak kepada Musa dan kepada Tuhan, mereka tegar tengkuk.  Tetapi selama di padang gurun itu, bangsa Israel tidak mau dibentuk Tuhan, mereka tidak mau belajar mengubah sikap buruk itu.  Akhirnya baru angkatan kedua, yaitu anak-anak keturunan mereka, yang dapat menduduki tanah Kanaan, dibawah pimpinan Yosua. Sedangkan angkatan pertama dari bangsa Israel ini akhirnya harus mati di padang gurun dan hanya 2 orang yaitu Yosua dan Kaleb yang dapat memasuki tanah Kanaan bersama angkatan kedua dari bangsa Israel ini.

Dalam masalah dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup, kita seperti bangsa Israel yang sedang berjalan di padang gurun kering.  Kita dapat bertanya kepada Tuhan, sifat dan sikap apa yang Tuhan inginkan kita ubah dan dengan pertolongan Tuhan, kita harus mengubahnya. Itulah tujuan Tuhan mengijinkan masalah, tantangan, penyakit datang pada kita. Setelah kita dapat diubah seperti kehendak Tuhan, maka Tuhan akan mengangkat masalah daripada kita dan kita bebas.  Karena sebenarnya Tuhan tidak ingin anak-anakNYA menderita dengan masalah hidup, tetapi kita memang hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa di mana ada iblis berada, maka iblis akan membuat banyak masalah bagi manusia. Dan dengan mengijinkan masalah datang pada kita, itulah caranya Tuhan membentuk kita menjadi sesuai kehendakNYA. Tuhan lebih tertarik bekerja dalam diri kita, daripada mengubah keadaan di sekitar kita.  Jadi jika kita sudah berdoa tetapi keadaan yang sulit belum juga berubah, berarti Tuhan mau memakainya untuk mengubah kita. Maka mintalah hikmat Tuhan, apa yang Tuhan ingin kita ubah pada diri kita. Setelah kita berhasil dibentuk Tuhan, masalah akan Tuhan angkat dan kita akan diberkati.

Contohnya, saya terus berdoa dan berdoa, taat Firman Tuhan, tetapi saya belum juga dapat terlepas dari teror setan dalam pikiran dan hidup saya. Saya kemudian berdoa, ‘Tuhan....apa yang Tuhan hendak bentuk di dalam diri saya melalui pergumulan ini?”  Tuhan menjawab, “Untuk membentuk jiwa pantang menyerah di dalam engkau. Untuk membentuk buah-buah roh di dalam engkau (sdr baca Galatia 5 : 22). Agar engkau benar-benar mencari dan menemukan AKU, engkau dipenuhi Roh Kudus”  Jadi menurut Tuhan, dengan saya masih berada di dalam teror setan, saya harus benar-benar mencari Tuhan setiap hari dalam doa, puasa, pujian, terutama bersama dalam persekutuan yang saling mendoakan, sampai saya dipenuhi Roh Kudus. Dengan sendirinya setan tidak akan tahan terus berada di dalam diri saya dan ia akan keluar pergi.  Jadi, melalui pergumulan hidup saya saat ini, Tuhan sedang membentuk saya menjadi sesuai kehendakNYA. Demikian sdr jika berada di dalam pergumulan hidup, carilah kehendak Tuhan. Apa yang Tuhan hendak bentuk di dalam diri sdr dan keluarga melalui masalah hidup itu dan taatlah pada Tuhan, jangan bersungut-sungut sehingga sdr dapat segera menang atas pergumulan hidup itu.

Kita adalah calon mempelai Kristus. Pakaian rohani apa yang sedang kita pakai sekarang sebagai calon mempelai Kristus? Apakah pakaian rohani yang kita pakai sekarang adalah kebencian, balas dendam, suka memaki, mengeluh, iri hati, penolakan, kepahitan, minder, pemarah, pencabulan ? ataukah kita memakai pakaian rohani yaitu kasih, murah hati, kebaikan, kelemahlembutan, percaya diri, merasa diri berharga, keberanian, dll karakter Kristus dalam Galatia 5 : 22  atau 1 Korintus 13 ?  Tuhan Yesus akan segera datang menjemput kita menjadi mempelaiNYA, untuk itu kita sedang dipersiapkan agar ketika Tuhan datang, kita sudah siap dengan pakaian mempelai yang indah yaitu kasih, kemurahan, kelemahlembutan (Buah-buah Roh dalam Galatia 5 : 22  , juga I Korintus 13 tentang KASIH) . Kita akan diproses Tuhan untuk menjadi indah dan proses itu memang akan membuat kita merasa menderita. Melalui semua masalah pergumulan hidup kita, kesukaran, aniaya, bahkan penyakit, Tuhan akan memakainya untuk memproses dan membentuk  kita, agar melalui semua itu, kita belajar untuk menghasilkan buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (baca Galatia 5 : 22),  itulah pakaian kita yang benar sebagai calon mempelai Kristus. Dalam penderitaan yang kita alami, kita harus belajar sabar, tetap bersukacita, menguasai diri dan belajar tidak pernah menyerah. Melalui pergumulan hidup, kita sedang dibentuk Tuhan sebagai lentera yang tahan tetap menyala di akhir zaman yang banyak kegelapannya karena pekerjaan setan.
AKU akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. AKU akan menguji mereka, seperti orang menguji emas  (Zakaria 13 : 9a dan b)

Untuk memasuki Sorga, diperlukan perjuangan keras, selain akan melalui proses demi proses, kita harus memiliki tekad, kemauan dan kehendak yang kuat. Kita akan diperintahkan Tuhan untuk melawan setan-setan dan mengalahkannya, kita harus mengalahkan kedagingan kita (Keinginan daging di dalam kita, contohnya keinginan untuk selalu bersenang-senang saja), jika kita tidak mempunyai tekad dan kemauan yang kuat, akan sulit kita melakukannya. Di dalam Alkitab dikatakan jalan menuju Sorga itu sempit, dimana kita yang mau berjalan pada jalan itu akan berdesak-desakan, karena itu banyak orang tidak mau mengikuti jalan itu. Berdesakan artinya akan diperlukan usaha keras untuk dapat melewatinya. Orang-orang yang memilih kenyamanan selalu dan tidak mau menderita, tidak akan mau melewati jalan itu, mereka akan memilih jalan yang leluasa. Tetapi pada jalan yang sempit itu, kita akan aman dibandingkan mereka yang memilih jalan lain, walaupun leluasa tetapi pada ujungnya mereka akan celaka dan akhirnya dapat binasa dalam neraka.

Jika dalam perjalanan itu, karena berdesakan, kita terjatuh (kita akhirnya berdosa dan mengalami musibah), kita harus meminta ampun atas dosa itu, mau menerima akibat dosa itu (mungkin kecelakaan, sakit) dan bangkit kembali untuk tetap berjalan bersama Tuhan. Jangan menyerah.

Mengapa Tuhan ijinkan banyak kesusahan di akhir zaman? Sebab melalui itulah Tuhan dapat membedakan mana anak-anakNYA yang mau tetap setia kepadaNYA  (karena benar-benar mengasihi Tuhan) dan mana yang akan meninggalkan Tuhan dalam penderitaan. Seorang istri yang benar-benar mengasihi suaminya, ketika suaminya bangrut miskin, sampai mereka kesulitan makan pun, ia akan tetap setia mendampingi suaminya. Tetapi jika ia tidak benar-benar mengasihi suaminya, ia akan pergi tinggalkan suaminya itu. Di akhir zaman, Tuhan akan benar-benar menguji calon mempelai wanitaNYA, apakah benar-benar mengasihi DIA dalam suka dan duka? 

Janganlah semua masalah itu membuat kita ketakutan, kuatir sampai tidak lagi pergi gereja, tidak lagi pelayanan, tidak lagi ibadah, jangan ‘tertidur rohani karena semua masalah itu. Tetaplah kuat di dalam kuasa Tuhan dan tetap jalankan tugas pelayanan kita dalam tantangan apapun. Orang yang ‘tertidur rohani’ tidak akan mendengar ketika sangkakala berbunyi, tanda Tuhan Yesus datang. Tertidur rohani artinya kita tidak lagi hidup kudus, kita sudah hidup dalam dosa, tidak lagi pelayanan bagi Tuhan, lalai berdoa, kelalaian lainnya.  Kita juga harus tetap menjaga pelita kita tetap menyala. Pelita yang menyala artinya kita tetap menjadi terang bagi dunia yang berada dalam gelap.  Salah satu contoh, jika kita bekerja di kantor dimana semua karyawan di sana terlibat korupsi, maka dalam tekanan apapun , kita harus tetap menolak untuk korupsi dan tetap tunjukkan sikap yang benar sebagai anak Tuhan. Pelita kita harus kita jaga tetap menyala sampai Tuhan Yesus datang kembali.
Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar                      ( I Tesalonika 5 : 6 )

JANGAN SUAM-SUAM KUKU  (WAHYU 3 : 16)
Jangan jadi orang Kristen / jemaat yang suam-suam kuku, sdr akan tertinggal pada saat pengangkatan orang percaya.  Bacalah Wahyu 3 : 16 “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, AKU akan memuntahkan engkau dari mulutKU”  Hanya orang Kristen/jemaat yang semangat dalam iman dan pelayanannya yang dapat tetap bertahan di akhir zaman sampai sangkakala terakhir berbunyi.  Yang santai, malas-malas, malas ibadah, malas berdoa atau membaca Alkitab, tidak aktif dalam pelayanan, sedang suam-suam kuku. Kalau sdr mau ikut dalam pengangkatan orang percaya nanti, maka sdr harus semangat dalam mengikuti dan melayani Tuhan.  Saya pernah diajar Tuhan tentang kebenaran ini :  saya memakan sesuatu (makanan tetapi saya lupa makanan apa itu), makanan itu hanya enak kalau dimakan dalam keadaan panas (dipanaskan dulu) atau agak dingin (didinginkan dalam lemari es). Tetapi kali itu saya memakannya dalam keadaan makanan itu tidak panas tetapi juga tidak dingin, dan rasanya tidak enak dan saya hampir memuntahkannya. Dan Tuhan mengingatkan saya Firman (Wahyu 3:16) di atas yaitu jika kita sebagai jemaat Tuhan Yesus di akhir zaman, juga suam-suam kuku, yaitu tidak panas tetapi juga tidak dingin, maka Tuhan juga akan memuntahkan kita.
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan !  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia  (1 Korintus 15 : 58)

Tuhan berbicara kepada saya bahwa TUHAN AKAN MEMAKAI SEMUA MASALAH HIDUP, TANTANGAN, PENYAKIT, MUSIBAH APAPUN YANG ATAS IJIN TUHAN KITA ALAMI, UNTUK MEMPROSES DAN MEMBENTUK KITA, AGAR SIAP MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN YESUS KEDUA KALI.  KARENA MEREKA YANG DAPAT BERTAHAN DENGAN SETIA DAN KUDUS SAMPAI WAKTU ITU, ADALAH ORANG-ORANG KRISTEN YANG DEWASA IMANNYA. DAN KEDEWASAAN IMAN KITA, AKAN TERBENTUK MELALUI PERGUMULAN HIDUP YANG KITA HARUS HADAPI.  JADI TUHAN MINTA, DALAM SEGALA MASALAH, KITA HARUS SABAR, TABAH, JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT, JANGAN MENGELUH, JANGAN MARAH KEPADA TUHAN, JANGAN PUTUS ASA, JANGAN MENCARI DUKUN (ORANG PINTAR), TETAP SETIA PADA TUHAN DALAM KESUSAHAN APAPUN, BELAJAR MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL, SEMAKIN DEKATKAN DIRI PADA TUHAN, KARENA KITA AKAN DIBIMBING TUHAN MELEWATINYA DAN MENANG ATAS MASALAH ITU.



INGAT…..
Di dalam Markus 3 : 20 - 30 diceritakan tentang perkataan ahli-ahli taurat tentang mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus. Mereka mengatakan “IA kerasukan Beelzebul” dan “Dengan penghulu setan, IA mengusir setan” Kemudian Tuhan Yesus berkata “Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena melakukan dosa kekal  Tuhan berkata demikian karena ahli-ahli taurat itu mengatakan Tuhan Yesus kerasukan roh jahat, ini adalah dosa menghujat Roh Kudus. Jika saudara tahu bahwa kesaksian ini adalah benar berasal dari Tuhan, janganlah menolaknya atau mengatakan bahwa kesaksian ini bukan berasal dari Tuhan. Pekerjaan Roh Kudus jangan dikatakan itu pekerjaan setan.


PESAN TUHAN AKHIR ZAMAN

Syalom, Bapak ibu sdr dapat membaca bagaimana awal mula saya menerima Pesan Tuhan ini, pada halaman profil. Dalam halaman ini, saya a...